Menko Darmin Anggap Wajar Ketimpangan di Ibu Kota

Rabu, 19 April 2017 - 15:05 WIB
Menko Darmin Anggap...
Menko Darmin Anggap Wajar Ketimpangan di Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui apabila ketimpangan Jakarta memang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia. Hal ini menurutnya sangat wajar, lantaran DKI Jakarta merupakan kota besar yang banyak dihuni masyarakat.

Dia menerangkan masyarakat dari desa semuanya ingin ke Jakarta mengadu nasib. Akibatnya, bagi mereka yang tidak mampu bersaing di Ibu kota, justru malah akan menambah angka kemiskinan dan ketimpangan sosial kian melebar.

"Kenapa tinggi? Ya karena dia perkotaan. Makanya kita ada kebijakan pemerataan ekonomi," kata Darmin, Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Menurut dia, pemerintah sudah merumuskan bagaimana desain kebijakan untuk membantu masyarakat miskin di perkotaan terutama masalah perumahan murah, yang terjangkau oleh mereka. "Nah itu di pinggir kota, dalam kota di stasiun kereta api, Kemayoran. Itu yang dibutuhkan sama mereka," imbuhnya.

Artinya, lanjutnya masyakarat miskin kota yang paling susah adalah mendapatkan rumah, dan di daerah yang susah adalah tanah. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa semua orang butuh rumah.

"Jadi harus desain kebijakan pengadaan rumah buat orang miskin, itu ada beberapa pilar. Harus ada penyediaan lahan yang murah, yang paling murah di mana? Yang punya wewenang yang tidak nyari untung, ada pembiayaan. Kalau itu sudah ada dua saja, itu sudah banyak yang bantu. Kalau pembiayaan saja, enggak akan membantu. Harus ada sinergi agraria, Pemda, PU dan keuangan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved