Konsumen Inggris Paling Gemar Belanja Online

Jum'at, 21 April 2017 - 14:58 WIB
Konsumen Inggris Paling...
Konsumen Inggris Paling Gemar Belanja Online
A A A
JAKARTA - Konsumen di Inggris tercatat paling gemar melakukan belanja online dibandingkan konsumen di negara, saat pergeseran dari toko ke internet makin gencar terjadi. Rumah tangga di Inggris rata-rata menghabiskan USD5.900 atau setara dengan Rp78,5 juta melalui kartu pembayaran online pada 2015, menurut asosiasi kartu kredit Inggris.

Seperti dilansir BBC, Jumat (21/4/2017) apa yang dihabiskan konsumen Inggris lebih tinggi dibandingkan dengan Norwegia sebesar USD5.400 dan Australia USD4.000. Asosiasi menerangkan frekuensi debet dan kartu kredit semakin meningkat, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan dalam pembelian online. Angka-angka terbaru dari Asosiasi menunjukkan bahwa 154 miliar pounds telah dihabiskan dengan menggunakan kartu kredit di internet pada 2016.

Sektor hiburan seperti tiket bioskop dan konser, pesanan takeaway dan download lagu menyumbang satu dari empat kartu pembelian online di Inggris. Tercatat sekitar 67% berasal dari pengeluaran tiket konser dan 61% untuk bioskop, teater dan tari seperti data yang ditunjukkan asosiasi. Popularitas pembaruan kontrak seperti asuransi juga sudah merambah dunia online.

Hingga pembayaran rekening bank serta beberapa aktivitas keuangan sudah bisa dilakukan secara online. Lebih dari seperempat yakni 27% merupakan sumbangsing jasa keuangan online. Namun pergerakan pembayaran toko online dinilai masih rendah dibandingkan dengan penggunaan kartu kredit pada toko-toko dan supermarket. Pembelian makanan dan minuman mencapai sebesar 41% dibandingkan melalui interner yang hanya 7%.

Kebiasaan belanja online para pelanggan telah dirasakan dampaknya sangat signifikan terhadap toko-toko tradisional. Awal pekan ini, jaringan toko Debenhams mengumumkan perubahan strategi yang sebagian besar menerapkan 'mobile interaksi'. Diperkirakan 10 dari 176 toko-toko di Inggris terancam tutup selama lima tahun ke depannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved