Kekurangan Modal, UMKM Tak Dapat Kesempatan Banyak
Senin, 24 April 2017 - 22:06 WIB
Kekurangan Modal, UMKM Tak Dapat Kesempatan Banyak
A
A
A
JAKARTA - Para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) harus berupaya keras untuk mengembangkan bisnisnya. Sebab, mereka tak punya banyak kesempatan, terutama dari sisi permodalan.
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Azrul Tanjung mengatakan, pelaku UMKM sulit mendapat permodalan. Selain itu, pengembangan pasarnya pun terbilang tidak luas.
"UMKM tidak mendapatkan kesempatan. Yang banyak kesempatan permodalan dan pasar dan yang lainnya. Oleh karena itu, UMKM diangkat dengan tidak menyampingkan usaha besar, kita kembangkan," ujarnya di Jakarta, Senin (24/4/2017).
Azrul menyampaikan, untuk merealisasikan mitra sejajar pelaku usaha besar dengan koperasi, UMKM harus terintegrasi dengan sistem produksi dan pasar. Melalui Kongres Ekonomi Umat 2017 selama tiga hari ini, disebutkan Azrul membahas upaya meningkatkan perekonomian nasional dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.
"UMKM adalah usaha yang terbesar tapi yang terjadi seringkali mereka terpinggirkan. Konsep yang kita siapkan agar bisa mengangkat harkat dan martabat UMKM agar tidak terjadi lagi kesenjangan ekonomi," katanya.
Dia menyampaikan, usaha lainnya yaitu mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Selain itu, memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan.
"Kongres ini juga untuk menggerakkan koperasi dan UMKM menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional. Sebab, selama ini banyak UMKM yang terpinggirkan," pungkasnya.
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Azrul Tanjung mengatakan, pelaku UMKM sulit mendapat permodalan. Selain itu, pengembangan pasarnya pun terbilang tidak luas.
"UMKM tidak mendapatkan kesempatan. Yang banyak kesempatan permodalan dan pasar dan yang lainnya. Oleh karena itu, UMKM diangkat dengan tidak menyampingkan usaha besar, kita kembangkan," ujarnya di Jakarta, Senin (24/4/2017).
Azrul menyampaikan, untuk merealisasikan mitra sejajar pelaku usaha besar dengan koperasi, UMKM harus terintegrasi dengan sistem produksi dan pasar. Melalui Kongres Ekonomi Umat 2017 selama tiga hari ini, disebutkan Azrul membahas upaya meningkatkan perekonomian nasional dalam mengatasi kesenjangan ekonomi.
"UMKM adalah usaha yang terbesar tapi yang terjadi seringkali mereka terpinggirkan. Konsep yang kita siapkan agar bisa mengangkat harkat dan martabat UMKM agar tidak terjadi lagi kesenjangan ekonomi," katanya.
Dia menyampaikan, usaha lainnya yaitu mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Selain itu, memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan.
"Kongres ini juga untuk menggerakkan koperasi dan UMKM menjadi pelaku usaha utama perekonomian nasional. Sebab, selama ini banyak UMKM yang terpinggirkan," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :