Harga Minyak Dunia Turun Terimbas Melonjaknya Pasokan AS
Rabu, 26 April 2017 - 08:52 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Terimbas Melonjaknya Pasokan AS
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan pada hari ini karena data menunjukkan terjadi kenaikan persediaan minyak mentah AS dan persediaan mencapai rekor di seluruh dunia, meragukan kemampuan OPEC untuk mengurangi pasokan dan memperketat pasar.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/4/2017), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD49,32 per barel pada pukul 00.52 GMT, turun 24 sen atau 0,5% dari penutupan terakhir mereka, setelah menguat 0,7% pada sesi sebelumnya.
Sementara, harga minyak mentah brent, patokan harga minyak internasional, berada pada level USD51,88 per barel, turun 22 sen atau 0,4% dari penutupan terakhir mereka. Harga minyak brent sekitar 8,5% di bawah posisi puncak bulan ini.
Para pelaku pasar mengatakan, sebuah laporan pada Selasa oleh American Petroleum Institute (API) bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 897.000 barel sampai 21 April menjadi 532,5 juta barel yang telah membebani WTI.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan satu kelompok produsen lain termasuk Rusia, namun tidak termasuk Amerika Serikat, telah berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) selama paruh pertama tahun ini untuk mengendalikan kelebihan pasokan dan menopang harga.
Namun, sebagian besar harga telah merosot tahun ini karena persediaan minyak AS tetap penuh dan persediaan bahan bakar global membuat catatan baru, meskipun ada janji untuk melakukan pemotongan produksi.
Nilai rata-rata kurva minyak mentah Brent telah turun lebih dari USD5 per barel sejak awal tahun, ketika pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC dimulai secara resmi, menyiratkan bahwa pelaku pasar memiliki keraguan tentang efek dari pemotongan persediaan.
Kemerosotan brent merupakan hasil dari rekor volume minyak mentah yang dikirim ke seluruh dunia, meski mengalami penurunan. Data pengiriman di Thomson Reuters Eikon menunjukkan bahwa 50 juta bpd telah dipesan untuk pengiriman kapal tanker bulan ini, naik lebih dari 10% sejak Desember tahun lalu.
Meskipun harga baru-baru ini menurun dan persediaan naik, beberapa analis mengatakan ada tanda-tanda pasar yang lebih ketat ke depannya. "Pasokan minyak mentah kemungkinan akan menurun selama tiga pekan ke depan (sampai pertengahan Mei), yang akan mendukung pasar dan menciptakan kondisi untuk kenaikan harga," kata Georgi Slavov, seorang peneliti.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/4/2017), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD49,32 per barel pada pukul 00.52 GMT, turun 24 sen atau 0,5% dari penutupan terakhir mereka, setelah menguat 0,7% pada sesi sebelumnya.
Sementara, harga minyak mentah brent, patokan harga minyak internasional, berada pada level USD51,88 per barel, turun 22 sen atau 0,4% dari penutupan terakhir mereka. Harga minyak brent sekitar 8,5% di bawah posisi puncak bulan ini.
Para pelaku pasar mengatakan, sebuah laporan pada Selasa oleh American Petroleum Institute (API) bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 897.000 barel sampai 21 April menjadi 532,5 juta barel yang telah membebani WTI.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan satu kelompok produsen lain termasuk Rusia, namun tidak termasuk Amerika Serikat, telah berjanji untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) selama paruh pertama tahun ini untuk mengendalikan kelebihan pasokan dan menopang harga.
Namun, sebagian besar harga telah merosot tahun ini karena persediaan minyak AS tetap penuh dan persediaan bahan bakar global membuat catatan baru, meskipun ada janji untuk melakukan pemotongan produksi.
Nilai rata-rata kurva minyak mentah Brent telah turun lebih dari USD5 per barel sejak awal tahun, ketika pemotongan pasokan yang dipimpin OPEC dimulai secara resmi, menyiratkan bahwa pelaku pasar memiliki keraguan tentang efek dari pemotongan persediaan.
Kemerosotan brent merupakan hasil dari rekor volume minyak mentah yang dikirim ke seluruh dunia, meski mengalami penurunan. Data pengiriman di Thomson Reuters Eikon menunjukkan bahwa 50 juta bpd telah dipesan untuk pengiriman kapal tanker bulan ini, naik lebih dari 10% sejak Desember tahun lalu.
Meskipun harga baru-baru ini menurun dan persediaan naik, beberapa analis mengatakan ada tanda-tanda pasar yang lebih ketat ke depannya. "Pasokan minyak mentah kemungkinan akan menurun selama tiga pekan ke depan (sampai pertengahan Mei), yang akan mendukung pasar dan menciptakan kondisi untuk kenaikan harga," kata Georgi Slavov, seorang peneliti.
(izz)
Lihat Juga :