OCBC NISP Bukukan Kenaikan Aset 21%

Rabu, 26 April 2017 - 19:43 WIB
OCBC NISP Bukukan Kenaikan...
OCBC NISP Bukukan Kenaikan Aset 21%
A A A
JAKARTA - Bank OCBC NISP berhasil mencatatkan pertumbuhan aset per 31 Maret 2017 sebesar 21% menjadi Rp143,9 triliun dari Rp119,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Disamping itu, dana pihak ketiga juga tumbuh sebesar 22% menjadi Rp109,7 triliun pada akhir Maret 2017 dibandingkan Rp89,6 triliun pada akhir Maret 2016.

"Guna memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam, Bank OCBC NISP mengimbangi peningkatan kualitas produk dan layanan dengan semakin aktif mengembangkan program-program inovatif dan bernilai tambah bagi para nasabah," kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Dia mengungkapkan, kinerja Bank OCBC NISP pada kuartal I 2017 ini melanjutkan tren yang positif. Keberhasilan ini juga didorong oleh kualitas aset yang tetap terjaga sehat dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net sebesar 0,8%.

"Dengan pencapaian pada kuartal I ini, kami optimistis untuk ke depannya dapat menjalankan perencanaan bisnis sesuai yang telah dicanangkan pada awal tahun," tukas dia.

Dalam laporan kinerja keuangan kuartal I tahun 2017, Bank OCBC NISP mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 23% yoy atau menjadi sebesar Rp563 miliar.

Sementara dari sisi penyaluran kredit, tercatat peningkatan penyaluran kredit (gross) sebesar 11% menjadi sebesar Rp94,5 triliun pada akhir kuartal I tahun 2017 dari Rp85,1 triliun pada periode yang sama tahun 2016.

Bank OCBC NISP juga berhasil menjaga rasio-rasio keuangan utamanya pada level yang cukup baik. Rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) tercatat 18,2%, Return On Equity (ROE) 11,5%, Return On Asset (ROA) 2,1% dan rasio kredit bermasalah neto (net NPL) yang stabil sebesar 0,8% jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 5%.

“Menutup kuartal I, sebagai bank gateway, Bank OCBC NISP berhasil menghimpun total uang tebusan tax amnesty sebesar Rp2,3 triliun serta dana repatriasi sebesar Rp8,5 triliun," terang dia.

Industri perbankan akan menjadi salah satu tonggak utama dalam memberikan solusi keuangan bagi investor khususnya untuk perorangan dan korporasi.

Dengan penerapan Automatic Exchange of Information (AEOI) dan Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) di awal tahun 2018, Bank akan melihat ini sebagai peluang untukmenarik dana dan transaksi yang masih berada di luar negeri untuk masuk ke Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hei Milenial, Nabung...
Hei Milenial, Nabung Mulai Rp20.000 Bisa Jadi Miliarder Saat Pensiun
Bank OCBC NISP Gelar...
Bank OCBC NISP Gelar RUPST
Bank OCBC NISP Bagi...
Bank OCBC NISP Bagi Dividen Tunai Rp72 per Saham
OCBC Luncurkan Hasil...
OCBC Luncurkan Hasil Riset Financial Fitness Index 2025
OCBC NISP Raih Laba...
OCBC NISP Raih Laba Rp791 Miliar di 2019
Bank OCBC NISP Catat...
Bank OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp791 Miliar di Kuartal I
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
19 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
52 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
59 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
21 Orang Tewas Akibat...
21 Orang Tewas Akibat Serangan Rudal Balistik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved