IHSG Diramal Bergerak Variatif di 5.680-5.741

Kamis, 27 April 2017 - 07:47 WIB
IHSG Diramal Bergerak...
IHSG Diramal Bergerak Variatif di 5.680-5.741
A A A
JAKARTA - Melanjutkan penguatan di pekan ini, Bursa Asia ditutup mayoritas naik di atas 1%. Bank of Japan (BOJ) secara luas diperkirakan akan mempertahankan program pelonggaran moneternya. Indeks keseluruhan dari aktifitas industri di Jepang naik signifikan 0,7% dari 0,1% diperiode sebelumnya.

Kembali meningkatnya kepercayaan investor pada aset beresiko pada akhir bulan melihat penurunan telah cukup signfikan sejak awal bulan ini menjadi faktor utama.

Mengejutkan setelah dibuka dan bergerak cenderung terkonsolidasi negatif, IHSG ditutup pre clossing dengan menguat 45,73 poin sebesar 0,8% di level 5726,53 yang merupakan rekor harga tertinggi tahun ini, dengan aksi pembelian asing yang terus cenderung bertambah.

Dimana pada perdagangan Rabu kemarin, investor asing tercatat net buy Rp1,9 triliun dengan saham keuangan dan perbankan memimpin penguatan. Saham-saham perbankan dinilai cukup undervalue dari segi harga melihat kinerja kuartal ke I yang cukup baik. Meskipun data yang rilis mengenai pertumbuhan penanaman modal asing kuartalan turun menjadi 0,9% dari 2,1% dengan perkiraan awal naik 3,2%.

Bursa Eropa terkonsolidasi seakan menghentikan reli lima hari berturut-turut setelah membawa mereka ke level tertinggi sejak 2015. Greenback kembali naik karena obligasi pemerintah AS meningkat permintaannya. Sentimen rencana pemotongan pajak oleh Donald Trump dan pertumbuhan GDP yang diperkirakan naik 1% di AS.

Sentimen selanjutnya, investor akan menanti kebijakan moneter dari BOJ dan ECB yang mengindikasikan adanya kemungkinan sedikit perubahan kebijakan melihat pertumbuhan AS dan ancama capital out flow.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan pergerakan IHSG pada penutupan terakhir menggagalkan pola reversal dari candlestick pattern dengan break out resistance level.

“Pergerakan IHSG ini membuka peluang menuju 161,8% fibonacci ratio di 5.741 dengan keterbatasan pergerakan melihat kondisi Stochastic yang telah jenuh beli dan kondisi momentum yang sebenarnya cenderung terkonsolidasi di luar kejutan penguatan dipre-closing,” ujarnya di Jakarta, Kamis (26/4/2017).

Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan menguji target selanjutnya pada range pergerakan 5.680-5.741. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BBNI, BWPT, JSMR, SIMP, UNTR, ELSA.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Awal Pekan, IHSG Dibuka...
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menyusut 5 Poin ke Level 6.011
Inflasi Bulan April...
Inflasi Bulan April 2022 Tembus 0,95%, Tertinggi Sejak 2017
Intip Rekomendasi Saham...
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Saat IHSG Berpeluang Menghijau
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
9 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
12 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved