Rupiah Ditutup Menukik Saat Poundsterling Mulai Bangkit

Kamis, 27 April 2017 - 17:01 WIB
Rupiah Ditutup Menukik...
Rupiah Ditutup Menukik Saat Poundsterling Mulai Bangkit
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menukik alias melemah cukup dalam hingga kembali menembus level Rp13.300/USD. Amblesnya rupiah ini di tengah mulai bangkitnya poundsterling terhadap USD.

Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.331/USD atau ambruk dibanding dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.296/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran Rp13.274-Rp13.337/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah tercatat juga melemah ke level Rp13.314/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.284/USD dengan kisaran harian Rp13.287-Rp13.325/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas juga menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini juga melemah ke level Rp13.310/USD. Posisi ini juga tercatat melemah dari posisi kemarin di level Rp13.295/USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.299/USD. Posisi ini jauh lebih buruk dari kemarin yang berada di level Rp13.278/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (27/4/2017), poundsterling naik sekitar setengah persen ke level tertinggi dalam tujuh bulan di atas level 1,29 per USD, dibantu oleh pelemahan USD yang lebih luas dan jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Perdana Menteri Theresa May ingin pemilihan umum digelar pada Juni.

Poundsterling naik 4 sen saat May mengumumkan pemilihan sembilan hari lalu, namun investor tampak tidak yakin menaikkan poundsterling lebih tinggi dan kenaikan tertinggi pada Kamis hanya berada di atas pekan lalu.

Poundtserling terhadap USD sempat menguat sepertiga persen menjadi 1,2891, telah mencapai titik tertinggi di level 1,2917 pada awal perdagangan di London. Ini juga naik 0,4% menjadi 84,56 pence per euro, sekitar setengah persen di bawah level tertinggi intraday dari sesi sebelumnya.

Ahli strategi Bank of America Merrill Lynch Kamal Sharma mengatakan, keputusan May dalam polling telah melihat tekanan turun pada poundsterling, sehingga jelas untuk mendapatkan keuntungan dari arus pajak yang secara historis cenderung mendorongnya lebih tinggi pada April.

Selama 12 tahun terakhir, poundsterling telah meningkat rata-rata 2,3% setiap bulan April. Ini adalah sekitar 2,5% sampai sejauh ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
3 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
4 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
7 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved