Euro Kalahkan USD, Rupiah Sore Ini Belum Mampu Bangkit

Jum'at, 28 April 2017 - 17:07 WIB
Euro Kalahkan USD, Rupiah...
Euro Kalahkan USD, Rupiah Sore Ini Belum Mampu Bangkit
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup belum mampu bangkit dari posisi negatif. Lemahnya rupiah ini di tengah menguatnya euro terhadap USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas juga menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini juga melemah ke level Rp13.330/USD. Posisi ini jauh memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.310/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat melemah ke level Rp13.329/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.314/USD dengan kisaran harian Rp13.310-Rp13.340/USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini tertahan di level Rp13.327/USD. Posisi ini jauh lebih buruk dari kemarin yang berada di level Rp13.299/USD.

Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.336/USD atau lesu dibanding posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.331/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran Rp13.294-Rp13.344/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/4/2017), jumlah pertumbuhan yang solid dari Spanyol mendorong euro menguat terhadap USD pada awal transaksi di Eropa hari ini setelah perdagangan mingguan tertinggi dalam hampir enam bulan didukung oleh pelonggaran risiko politik di Prancis.

Kepala Bank Sentral Eropa Mario Draghi hati-hati pada konferensi pers pertemuan kebijakan kemarin, membuat mata uang tunggal berada di bawah 1,09 per USD dan mendorong pembicaraan bahwa bank tersebut akan berusaha untuk menutup keuntungan bagi euro karena takut merusak kenaikan yang sulit dicapai pada inflasi.

Belanja konsumen dan angka pertumbuhan konsumen Prancis yang lembut menggarisbawahi risiko yang masih ada pada pemulihan ekonomi zona euro dari satu dekade masalah utang dan keuangan.

Namun, angka angka Spanyol yang sedikit di atas perkiraan menunjukkan pertumbuhan 3% pada kuartal pertama. Ini menunjukkan perbaikan yang ada di pasar yang memperkirakan ECB akan mulai mengendalikan stimulus daruratnya akhir tahun ini.

Ahli strategi CIBC, Jeremy Stretch mengatakan, pemilihan presiden putaran kedua pada akhir pekan depan kemungkinan akan membebani euro, tetapi juga bisa menjadi pemicu dorongan lebih besar jika Emmanuel Macron membuat prediksi jajak pendapat mengenai kemenangan yang jelas.

"Kami berada dalam pola bertahan, menunggu pengetatan moneter yang telah kita bicarakan untuk kembali sepenuhnya ke dalam agenda," katanya.

"Draghi jelas enggan untuk menyetujui perubahan panduan dengan risiko mendorong euro lebih tinggi (tapi) begitu kita melewati akhir pekan depan, mungkin inilah saatnya euro memiliki sedikit kenaikan," imbuh dia.

Euro terhadap USD menguat 0,14% ke level 1,0887 untuk bertahan sedikit di bawah satu sen di bawah level tertingginya dalam 5,5 bulan. Hal itu membuat indeks USD yang didominasi euro tetap mendatar di level 99,06 dan pada jalurnya untuk penurunan bulanan ketiga sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, USD terhadap yen masih mampu menguat meski tidak terlalu tinggi ke level 111,30 atau naik 1,9% untuk pekan ini namun masih turun 0,2% untuk bulan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
3 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
4 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
7 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
7 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved