Pinjaman Bank Dunia untuk Sejuta Rumah Cair Usai Lebaran
Selasa, 02 Mei 2017 - 13:13 WIB
Pinjaman Bank Dunia untuk Sejuta Rumah Cair Usai Lebaran
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan, pinjaman dari World Bank (Bank Dunia) untuk mendukung pembangunan sejuta rumah akan cair setelah lebaran tahun ini. Diharapkan dengan bantuan ini, program Presiden Jokowi tersebut berjalan sesuai target.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, saat ini kerja sama pemerintah dan World Bank masih sebatas rencana terkait program sejuta rumah. Statusnya sendiri masih loan aprecial.
"Tahun ini loan aprecial sudah, mungkin beberapa bulan ini loan signing, nanti kalau sudah efektif, kalau besarannya USD450 juta. Mungkin setelah Lebaran, semester kedua lah signing," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Dia menjelaskan, ketika sudah ada tanda tangan dalam hal pendanaan maka akan terbagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk pembangunan rumah swadaya. "Pinjaman world bank masih loan aprecial, belum loan signing. Ada dua bagian, yang satu untuk DSPS pembangunan rumah secara swadaya," katanya.
Sementara, lanjut dia, yang kedua untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Keduanya diarakan ke swadaya. "Kemudian bagian kedua BP2BT. Itu akan kita arahkan ke swadaya," ujar dia.
Sebelumnya, pemerintah menggandeng World Bank untuk mempercepat implementasi skema program BP2BT untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh rumah subsidi.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan, program BP2BT tersebut akan diperuntukan bagi pekerja formal dan informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, saat ini kerja sama pemerintah dan World Bank masih sebatas rencana terkait program sejuta rumah. Statusnya sendiri masih loan aprecial.
"Tahun ini loan aprecial sudah, mungkin beberapa bulan ini loan signing, nanti kalau sudah efektif, kalau besarannya USD450 juta. Mungkin setelah Lebaran, semester kedua lah signing," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Dia menjelaskan, ketika sudah ada tanda tangan dalam hal pendanaan maka akan terbagi menjadi dua bagian. Pertama, untuk pembangunan rumah swadaya. "Pinjaman world bank masih loan aprecial, belum loan signing. Ada dua bagian, yang satu untuk DSPS pembangunan rumah secara swadaya," katanya.
Sementara, lanjut dia, yang kedua untuk Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Keduanya diarakan ke swadaya. "Kemudian bagian kedua BP2BT. Itu akan kita arahkan ke swadaya," ujar dia.
Sebelumnya, pemerintah menggandeng World Bank untuk mempercepat implementasi skema program BP2BT untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh rumah subsidi.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus mengatakan, program BP2BT tersebut akan diperuntukan bagi pekerja formal dan informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan.
(izz)
Lihat Juga :