Pemerintah Tawarkan Denmark 16 Lokasi Pengembangan Energi Angin
Selasa, 02 Mei 2017 - 13:32 WIB
Pemerintah Tawarkan Denmark 16 Lokasi Pengembangan Energi Angin
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan 16 lokasi kepada pemerintah Denmark, yang berpotensi untuk dikembangkan energi berbasis angin (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/PLTB). Ini hasil pertemuan Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tornaes.
(Baca: Jonan Ajak Denmark Kembangkan Pembangkit Berbasis Angin di RI )
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, di Indonesia saat ini ada 16 titik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan energi angin. Sayangnya, Rida masih enggan membeberkan lebih rinci mengenai 16 titik tersebut.
"Baru diserahin (peta potensi energi angin). Yang penting kita itu yang pasti punya potensi lumayan. Sementara ini 16 (titik) angin, saya belum lihat," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Kendati demikian, kata Rida, untuk saat ini kerja sama antara Indonesia dan Denmark akan terlebih dahulu fokus di 10 titik lokasi yang dianggap paling potensial. "Di seluruh Indonesia surveinya, tapi dia kejar 10 lokasi yang paling potensial. Nah, itu yang harus kita lihat dulu. Saya pikir tadi sudah di situ," imbuhnya.
Dia menambahkan, Denmark sendiri menjadi salah satu investor energi berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Adapun investasi yang telah ditanamkan Denmark adalah Solo, Jawa Tengah yang ditargetkan rampung 2018 serta sejumlah proyek pembangkit listrik di Jeneponto dan Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
"Loh sudah jalan malah, Solo, Jeneponto di Sidrap. (Kapasitas) 75 MW sama 70 MW. Sidrap itu 75 MW. Solo itu sudah ditandatangan dengan Denmark, pada 2018 mungkin jadi," tutur Rida.
(Baca: Jonan Ajak Denmark Kembangkan Pembangkit Berbasis Angin di RI )
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, di Indonesia saat ini ada 16 titik yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan energi angin. Sayangnya, Rida masih enggan membeberkan lebih rinci mengenai 16 titik tersebut.
"Baru diserahin (peta potensi energi angin). Yang penting kita itu yang pasti punya potensi lumayan. Sementara ini 16 (titik) angin, saya belum lihat," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Kendati demikian, kata Rida, untuk saat ini kerja sama antara Indonesia dan Denmark akan terlebih dahulu fokus di 10 titik lokasi yang dianggap paling potensial. "Di seluruh Indonesia surveinya, tapi dia kejar 10 lokasi yang paling potensial. Nah, itu yang harus kita lihat dulu. Saya pikir tadi sudah di situ," imbuhnya.
Dia menambahkan, Denmark sendiri menjadi salah satu investor energi berbasis energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Adapun investasi yang telah ditanamkan Denmark adalah Solo, Jawa Tengah yang ditargetkan rampung 2018 serta sejumlah proyek pembangkit listrik di Jeneponto dan Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
"Loh sudah jalan malah, Solo, Jeneponto di Sidrap. (Kapasitas) 75 MW sama 70 MW. Sidrap itu 75 MW. Solo itu sudah ditandatangan dengan Denmark, pada 2018 mungkin jadi," tutur Rida.
(izz)
Lihat Juga :