Pemerintah Klaim Sukses Kendalikan Inflasi
Selasa, 02 Mei 2017 - 13:45 WIB
Pemerintah Klaim Sukses Kendalikan Inflasi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan bahwa, inflasi yang sebesar 0,09% pada April 2017, sudah searah dengan tujuan pemerintah. Pasalnya, pemerintah saat ini kian mengantisipasi adanya dampak dari kenaikan komponen administered prices atau harga yang diatur pemerintah yang sudah terjadi sejak bulan Januari 2017.
Inflasi ini sangat dijaga betul oleh pemerintah lewat pengendalian harga-harga komponen lainnya, agar ketika akhir tahun, inflasi tahunannya tidak melebihi batas yang dtargetkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yakni 4 plus minus 1%.
"Inflasi 0,09% April ini saya pikir sangat sesuai dengan apa yang ingin dicapai pemerintah. Dari awal kita tahu bahwa pada 2017 ini nanti tantangan terberat adalah kenaikan adminstered prices karena adanya kenaikan tarif listrik di Januari, Maret dan Mei," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
(Baca Juga: BPS Catat April 2017 Alami Inflasi 0,09% )
Sehingga, lanjutnya pada awal tahun pemerintah sudah menyiapkan, bahwa untuk menahan kenaikan inflasi administered prices, maka harus ada pengendalian pada komponen bahan makanan. Pasalnya, kenaikan harga bahan makanan seringkali memberikan andil besar terhadap inflasi.
"Jadi kalau dilihat betul bahwa inflasi administered prices tinggi. Namun masih mampu ditahan oleh deflasi oleh bahan makanan. Saya sudah bilang harga beberapa bahan makanan turun kan. Saya pikir 0,09% baik sekali terutama kalau ingat bahwa bulan ini sudah masuk bulan puasa," pungkasnya.
Inflasi ini sangat dijaga betul oleh pemerintah lewat pengendalian harga-harga komponen lainnya, agar ketika akhir tahun, inflasi tahunannya tidak melebihi batas yang dtargetkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yakni 4 plus minus 1%.
"Inflasi 0,09% April ini saya pikir sangat sesuai dengan apa yang ingin dicapai pemerintah. Dari awal kita tahu bahwa pada 2017 ini nanti tantangan terberat adalah kenaikan adminstered prices karena adanya kenaikan tarif listrik di Januari, Maret dan Mei," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
(Baca Juga: BPS Catat April 2017 Alami Inflasi 0,09% )
Sehingga, lanjutnya pada awal tahun pemerintah sudah menyiapkan, bahwa untuk menahan kenaikan inflasi administered prices, maka harus ada pengendalian pada komponen bahan makanan. Pasalnya, kenaikan harga bahan makanan seringkali memberikan andil besar terhadap inflasi.
"Jadi kalau dilihat betul bahwa inflasi administered prices tinggi. Namun masih mampu ditahan oleh deflasi oleh bahan makanan. Saya sudah bilang harga beberapa bahan makanan turun kan. Saya pikir 0,09% baik sekali terutama kalau ingat bahwa bulan ini sudah masuk bulan puasa," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :