Rupiah Sore Ini Menguat Tajam di Tengah Kejatuhan Pounds

Selasa, 02 Mei 2017 - 17:12 WIB
Rupiah Sore Ini Menguat...
Rupiah Sore Ini Menguat Tajam di Tengah Kejatuhan Pounds
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat cukup tinggi dibanding penutupan akhir pekan kemarin. Menguatnya rupiah ini di tengah melemahnya poundtserling terhadap USD dan euro.

Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.316/USD atau menguat dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.336/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran Rp13.293-Rp13.331/USD.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat menguat ke level Rp13.312/USD dibanding penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.329/USD dengan kisaran harian Rp13.299-Rp13.339/USD.

Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini juga naik ke level Rp13.320/USD. Posisi ini membaik dari posisi sebelumnya di level Rp13.330/USD.

Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.316/USD. Posisi ini lebih baik dari sebelumnya yang berada di level Rp13.327/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (2/5/2017), poundsterling kembali mengalami pelemahan terhadap USD di bawah level 1,29 setelah akhir pekan kemarin menguat di tengah mana seluruh Uni Eropa mengambil sikap keras dan bersatu atas keluarnya Inggris dari blok tersebut, karena para pelaku pasar mengamati data manufaktur.

EU-27 mengesahkan istilah perceraian yang kaku untuk Inggris pada Sabtu dan memperingatkan warga Inggris untuk "tidak ada ilusi" bahwa kesepakatan untuk mempertahankan akses ke pasar Eropa akan cepat dan mudah, pada pertemuan puncak di Brussels yang ditandai dengan harmoni yang tidak biasa di antara para pemimpin.

Namun, poundsterling yang sejak pemungutan suara Inggris pada Juni lalu untuk meninggalkan Uni Eropa sangat sensitif terhadap tanda-tanda bahwa negara tersebut menuju "Brexit keras" di mana akan kehilangan akses istimewa apapun ke pasar tunggal. Hal ini menunjukkan sedikit tanda-tanda meningkatnya ketegangan pada Selasa.

Poundsterling terhadap USD turun 0,1% menjadi USD1,2866, kurang dari satu sen dari level tertinggi tujuh bulan di posisi 1,2965 pada pekan lalu. Terhadap euro, poundsterling juga turun
0,2% menjadi 84,76 pence.

Mata uang tersebut mengabaikan data pada Jumat yang menunjukkan ekonomi melambat ke level terendah dalam satu tahun dalam tiga bulan pertama 2017, karena inflasi yang lebih tinggi sebagian besar disebabkan oleh melemahnya poundsterling menyusul permintaan Brexit tahun lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
2 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
3 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
4 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
6 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
7 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved