Jelang Ramadhan, Gas Elpiji 3 Kilogram Langka

Selasa, 02 Mei 2017 - 23:33 WIB
Jelang Ramadhan, Gas...
Jelang Ramadhan, Gas Elpiji 3 Kilogram Langka
A A A
MUARADUA - Jelang bulan suci Ramadhan 1438 Hijriah tidak hanya sembako mulai yang naik dirisaukan kalangan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan. Mereka juga diresahkan dengan kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram alias gas melon.

Kondisi ini membuat warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak hanya tinggal diam, segera turun dalam mengatasi kelangkaan gas di pangkalan dan agen yang beroperasi di Bumi Serasan Seandanan. Bahkan, akibat kelangkaan tersebut marak beredar gas elpiji berlabel untuk jatah di kabupaten lain.

Menurut Kristina, salah seorang IRT di Talang Kates, Kelurahan Batu Belang Jaya, akibat kelangkaan gas melon tersebut membuat kalangan IRT kesulitan memenuhi kebutuhan memasak sehari-harinya.

"Gas elpiji 3 kilogram sulit didapat di warung-warung dan pengecer, bahkan ada warung yang kosong‎ stoknya beberapa minggu terakhir. Kalau ada, dalam setiap tabung dijual seharga Rp24 ribu-Rp25 ribu," ujarnya, Selasa (2/5/2017).

‎Dia khawatir, jika tidak segera diambil langkah tegas, kelangkaan gas akan terus berlanjut hingga Ramadhan mendatang.‎ Sehingga Instansi terkait segera turun mengatasi kelangkaan gas tersebut.

"Kami bingung mau memasak kalau masih terus langka. ‎Apalagi, berdasarkan keterangan warga ada di daerah lain, tabung gas 3 kilogram sulit didapat hampir sebulan terakhir," terangnya.

Kepala Bagian Ekonomi dan SDM Setda Kabupaten OKU Selatan Darmawan menyebutkan, guna memastikan kelangkaan gas elpiji tersebut pihaknya dan tim gabungan akan turun ke agen gas.

"Tim gabungan terdiri dari Diskoperindakkop, TPID, Pol PP, Dinas Perizinan, akan turun dalam mengatasi tingginya harga gas melon di pasaran, dan isu sudah masuknya gas melon yang berlebel bukan untuk wilayah OKU Selatan," tambahnya.

Dia menyatakan, jika nantinya ternyata mendapati ada pangkalan, pengecer dan agen menjual gas melebihi ketentuan harga eceran tertinggi (HET) ataupun kejanggalan dan tindak kecurangan, pihaknya tidak akan segan mencabut izin mereka.

"Kami tidak main-main dalam menyikapi hal ini, jika memang ada permainan harga di tingkat agen, pangkalan dan pengecer resmi. Mereka bisa kami rekomendasikan supaya izinnya dicabut," ucapnya.

‎Disinggung maraknya tabung gas melon beredar yang berlabel bukan untuk OKU Selatan, Darmawan menyatakan akan menyerahkannya ke berwenang mengurus hal ini meski pihaknya tak akan menutupinya.

"Silakan kalau memang ditemukan, pihak yang berwenang mengambil langkah tegas. Kami besok bersama tim akan mendatangi langsung seluruh agen resmi dan pangkalan," jelasnya.‎
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
31 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved