Tren Penguatan Rupiah Diramal Akan Berlanjut
Rabu, 03 Mei 2017 - 09:07 WIB
Tren Penguatan Rupiah Diramal Akan Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah diyakini dapat terus menguat untuk memanfaatkan momentum seiring imbas positif dari rilis data-data ekonomi yang direspon positif. Kondisi mata uang Garuda berbeda dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung masih terbuka pelemahannya.
"Untuk itu, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dan diharapkan penguatan ini dapat terjaga," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
(Baca Juga: Rupiah Sore Ini Menguat Tajam di Tengah Kejatuhan Pounds )
Diperkirakan olehnya, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.336/USD dan resisten Rp13.285/USD. Sementara, pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada di zona hijau seiring kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin memberikan komentarnya terhadap kemungkinan penerbitan ultra long term bond.
Di sisi lain, laju EUR masih bergerak variatif seiring penantian pelaku pasar terhadap hasil voting pemilihan Presiden Prancis lanjutan setelah dalam putaran pertama mengindikasikan Emmanuel Macron, sebagai pro demokrasi dan Eurozone, memenangi pemilu. "Sementara itu, meski laju USD menguat, namun rupiah dapat berbalik menguat seiring rilis inflasi yang masih di bawah perkiraan dan ekspektasi perbaikan ekonomi dalam negeri," pungkasnya.
Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2017 sebesar 0,09%. Sementara, untuk inflasi tahun kalender tercatat 1,28% dan inflasi year on year (YoY) sebesar 4,17%. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), terjadi inflasi di 53 kota IHK, dan 29 lainnya mengalami deflasi. Untuk inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,02%.
"Untuk itu, tetap cermati berbagai sentimen yang ada dan diharapkan penguatan ini dapat terjaga," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/5/2017).
(Baca Juga: Rupiah Sore Ini Menguat Tajam di Tengah Kejatuhan Pounds )
Diperkirakan olehnya, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.336/USD dan resisten Rp13.285/USD. Sementara, pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada di zona hijau seiring kenaikan imbal hasil Treasury AS setelah Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin memberikan komentarnya terhadap kemungkinan penerbitan ultra long term bond.
Di sisi lain, laju EUR masih bergerak variatif seiring penantian pelaku pasar terhadap hasil voting pemilihan Presiden Prancis lanjutan setelah dalam putaran pertama mengindikasikan Emmanuel Macron, sebagai pro demokrasi dan Eurozone, memenangi pemilu. "Sementara itu, meski laju USD menguat, namun rupiah dapat berbalik menguat seiring rilis inflasi yang masih di bawah perkiraan dan ekspektasi perbaikan ekonomi dalam negeri," pungkasnya.
Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada April 2017 sebesar 0,09%. Sementara, untuk inflasi tahun kalender tercatat 1,28% dan inflasi year on year (YoY) sebesar 4,17%. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), terjadi inflasi di 53 kota IHK, dan 29 lainnya mengalami deflasi. Untuk inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,02%.
(akr)