Sri Mulyani: Banyak Perusahaan Curang dan Rugikan Negara

Rabu, 03 Mei 2017 - 16:56 WIB
Sri Mulyani: Banyak...
Sri Mulyani: Banyak Perusahaan Curang dan Rugikan Negara
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masih banyak pengusaha atau perusahaan menyalahgunakan kemudahan ekspor yang diberikan pemerintah, sehingga merugikan negara.

Menurutnya, perusahaan tersebut mendapatkan untung besar dengan cara curang. Pemerintah sejauh ini sudah memberikan fasilitas kemudahan bagi eksportir untuk meningkatkan ekspor.

(Baca: Bea Cukai: Penindakan Pelanggaran Ekspor Tekstil Meningkat )

"Ini untuk mendukung seluruh upaya pelaku ekonomi agar mereka betul-betul kompetitif di pasar internasional. Namun, ada pengusaha dan perusahaan yang melakukan tindak penyalahgunaan berbagai fasilitas, kemudahan dan dukungan pemerintah," katanya di Jakarta, Rabu (3/5/2017).

Sri mengatakan, perusahaan tersebut melakukan ekspor tidak untuk menciptakan kesempatn kerja, menyumbang devisa. Namun, mereka melakukannya untuk kemudian bisa mendapatkan keuntungan pribadi.

"Tindakan mereka atau perusahaan itu dengan mengambil uang negara. Modusnya, perusahaan-perusahaan tekstil melakukan pemalsuan ekspor dari segi jumlah barang yang diekspor," imbuhnya.

Diketahui, Ditjen Bea Cukai bekerja sama dengan PPATK, Direktorat Jenderal Pajak (DJP), berhasil membongkar pelanggaran ekspor tekstil. Pelanggaran ini dilakukan dengan modus pemberitahuan barang yang tidak sesuai dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

"Tentu dengan informasi yang kita peroleh dari Polri, PPATK dan para pejabat serta aparat Kemenkeu, memungkinkan kita untuk semakin banyak membongkar kasus penyelundupan lainnya. Langkah ini juga merupakan langkah kami untuk tata kelola dan perbaikan kepercayaan masyarakat terhadap DJBC," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkeu Sebut Separuh...
Menkeu Sebut Separuh Masyarakat RI Masih Tinggal di Desa
Kemenkeu Setujui Rp1...
Kemenkeu Setujui Rp1 Triliun Anggaran Tahap I Pilkada Serentak
Realisasi Lelang Kekayaan...
Realisasi Lelang Kekayaan Negara Capai Rp8,07 Triliun, Tak Sampai Setengah Target
Kemenkeu Gelar PMO Informal...
Kemenkeu Gelar PMO Informal Meeting II: Cakap Berkomunikasi di Masa Pandemi
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved