Menteri Susi Minta Kebijakan Larangan Cantrang Tak Dipolitisasi

Kamis, 04 Mei 2017 - 15:52 WIB
Menteri Susi Minta Kebijakan...
Menteri Susi Minta Kebijakan Larangan Cantrang Tak Dipolitisasi
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kebijakannya terkait larangan penggunaan cantrang (alat tangkap ikan), yang tercantum dalam Permen Kelautan dan Perikanan No 2/2015 tentang Larangan Tangkap Ikan dengan Alat yang Tidak Ramah Lingkungan tidak dipolitisasi.

(Baca: Asing Ciptakan Roket, Jokowi Sindir Susi Soal Cantrang )

Sebab, keputusannya mengharamkan nelayan menggunakan cantrang saat menangkap ikan sudah ditetapkan sejak dua tahun lalu. KKP juga telah menyosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat sebelum larangan tersebut benar-benar diimplementasikan.

Menurutnya, masyarakat pada saat itu memahami dan menyetujui kebijakan mantan Bos Susi Air tersebut. "Yang saya sayangkan, kita sudah mengatur sedemikian rupa dan disosialisasikan ke masyarakat, masyarakat pun mengerti. Namun, tiba-tiba ada yang mempolitisasi, yang akhirnya membuat kita tidak move on," katanya di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Susi menilai, penggunaan cantrang atau pukat harimau untuk menangkap ikan bisa membuat ikan-ikan di laut punah. Nelayan sejati, kata dia, pasti akan menyetujui pendapatnya tersebut, karena penggunaan cantrang sangat berbahaya bagi biota laut Indonesia.

(Baca: Menteri Susi Bolehkan Penggunaan Cantrang Sampai Akhir 2017 )

"Bapak tanya sama nelayan yang benar, kalau cantrang itu apa tidak berbahaya. Pasti nelayan yang benar akan bilang itu merusak, bahkan Tanjung Siapi-api dulu disebut bandar nelayan, karena ikannya banyak. Dalam dua dekade habis karena pakai trole dan pukat harimau," imbuh dia.

Sebab itu, menteri yang dikenal dengan gaya nyentriknya ini berharap pihak-pihak yang menolak kebijakan tersebut untuk menghentikan polemik ini. Dia meminta kebijakan larangan cantrang tidak dijadikan komoditas politik oleh para elit.

"Saya memohon kepada petinggi, pejabat, parpol untuk tidak memakai urusan masa depan bangsa ini jadi komoditas politik," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susi Pudjiastuti Geram...
Susi Pudjiastuti Geram Disebut Keliru Oleh Hashim Djojohadikusumo
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Penyelundupan Benih...
Penyelundupan Benih Lobster di Era Susi Pudjiastuti Dibongkar Effendi Gazali
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Sebut Ada Kartel Laut...
Sebut Ada Kartel Laut Nusantara, Susi Pudjiastuti: Butuh Kepemimpinan Kuat
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
25 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
50 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
52 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved