Rupiah Akhir Pekan Dibuka Terpuruk Saat Euro Membaik
Jum'at, 05 Mei 2017 - 10:28 WIB
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Terpuruk Saat Euro Membaik
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan hari ini dibuka semakin terpuruk ke zona merah. Pelemahan mata uang Garuda berbanding terbalik dengan euro yang bangkit saat melawan USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka memburuk ke level Rp13.339/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari sebelumnya yang kemarin berada di level Rp13.330/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah justru menunjukkan penguatan pada posisi Rp13.335/USD. Catatan positif terlihat pada sesi pagi ini dengan penguatan 10 poin dibanding penutupan sebelumnya Rp13.345/USD.
Posisi rupiah pada data Yahoo Finance di awal perdagangan hari ini menyusut ke level Rp13.341/USD, atau semakin melemah dari penutupan kemarin Rp13.326/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.324-Rp13.345/USD .
Raihan negatif terlihat pagi ini menurut Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.338/USD atau terperosok dari posisi sebelumnya Rp13.328/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di kisaran Rp13.327-Rp13.345/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017) euro diperdagangkan pada sesi pagi ini mendekati posisi tertinggi dalam enam bulan terhadap USD. Penguatan ini seiring harapan Emmanuel Macron untuk memenangkan pemilihan Presiden Perancis semakin meningkat.
Pelemahan euro mulai mereda, meski tidak terlalu besar usai bangkir 0,1% menjadi 1.0979 terhadap USD, mendekati pencapaian tertinggi pada hari kemarin sejak awal November yakni 1.0988. Pulihnya euro juga didukung oleh harapan Bank Sentral Eropa bakal memutuskan kebijakan moneter baru pada pertemuan bulan depan.
Sementara USD tercatat meningkat 0,1% saat melawan Yen Jepang menjadi 112.62, namun lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya 113.045. Salah satu yang menjadi fokus pelaku pasar adalah apakah pelemahan dalam komoditas seperti minyak mentah dunia bakal mulai berdampak besar terhadap sentimen risiko yang lebih kuas seperti disampaikan Analis Senior Pasar Global Satoshi Okagawa.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka memburuk ke level Rp13.339/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari sebelumnya yang kemarin berada di level Rp13.330/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah justru menunjukkan penguatan pada posisi Rp13.335/USD. Catatan positif terlihat pada sesi pagi ini dengan penguatan 10 poin dibanding penutupan sebelumnya Rp13.345/USD.
Posisi rupiah pada data Yahoo Finance di awal perdagangan hari ini menyusut ke level Rp13.341/USD, atau semakin melemah dari penutupan kemarin Rp13.326/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.324-Rp13.345/USD .
Raihan negatif terlihat pagi ini menurut Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.338/USD atau terperosok dari posisi sebelumnya Rp13.328/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di kisaran Rp13.327-Rp13.345/USD.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017) euro diperdagangkan pada sesi pagi ini mendekati posisi tertinggi dalam enam bulan terhadap USD. Penguatan ini seiring harapan Emmanuel Macron untuk memenangkan pemilihan Presiden Perancis semakin meningkat.
Pelemahan euro mulai mereda, meski tidak terlalu besar usai bangkir 0,1% menjadi 1.0979 terhadap USD, mendekati pencapaian tertinggi pada hari kemarin sejak awal November yakni 1.0988. Pulihnya euro juga didukung oleh harapan Bank Sentral Eropa bakal memutuskan kebijakan moneter baru pada pertemuan bulan depan.
Sementara USD tercatat meningkat 0,1% saat melawan Yen Jepang menjadi 112.62, namun lebih rendah dibandingkan sesi sebelumnya 113.045. Salah satu yang menjadi fokus pelaku pasar adalah apakah pelemahan dalam komoditas seperti minyak mentah dunia bakal mulai berdampak besar terhadap sentimen risiko yang lebih kuas seperti disampaikan Analis Senior Pasar Global Satoshi Okagawa.
(akr)