Rupiah Ditutup Tak Bertenaga, Euro Sentuh Level Tertinggi
Jum'at, 05 Mei 2017 - 17:05 WIB
Rupiah Ditutup Tak Bertenaga, Euro Sentuh Level Tertinggi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ditutup tidak bertenaga untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi pembukaan. Pelemahan rupiah terjadi saat euro sentuh posisi tertinggi dalam enam bulan sebelum pemilihan umum Prancis.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance hingga perdagangan sore ditutup pada level Rp13.335/USD atau melemah dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.326/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.320-Rp13.356/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat juga merosot menjadi Rp13.330/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.328/USD. Pada akhir pekan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.322-Rp13.354/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah juga menyusut ke level Rp13.365/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.345/USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.339/USD. Posisi ini menyusut dibandingkan sebelumnya yang berada pada level Rp13.330/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017) euro menyentuh level tertinggi dalam enam bulan, meski tidak mampu lama bertahan di atas 1.10, saat penurunan harga minyak mendorong dolar Australia dan dolar Kanada ke posisi terendah. Harapan Emmanuel Macron untuk menjadi Presiden Prancis berikutnya semakin mencuat, dan memberikan dorongan hampir 2,5% kepada euro selama dua pekan.
Euro sentuh posisi tertinggi enam bulan sebesar 1.0990 dalam perdagangan pagi di Eropa, namun gagal menjaga keuntungan saat lebih rendah 0,1% pada posisi 1.0968. Meski begitu posisi ini masih naik 0,8% selama satu pekan.
Sementara dolar Australia merosot menjadi 0.7368 atau menjadi yang terendah sejak 11 Januari, dan hingga hari terakhir turun 0,2% menjadi 0.7391. USD mengalami kejatuhan 0,2% terhadap yen ke level 112.27 atau menjauh dari posisi tertinggi tujuh pekan kemarin di level 113.045.
Posisi rupiah menurut Yahoo Finance hingga perdagangan sore ditutup pada level Rp13.335/USD atau melemah dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.326/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.320-Rp13.356/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat juga merosot menjadi Rp13.330/USD dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.328/USD. Pada akhir pekan rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.322-Rp13.354/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah juga menyusut ke level Rp13.365/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.345/USD.
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.339/USD. Posisi ini menyusut dibandingkan sebelumnya yang berada pada level Rp13.330/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Jumat (5/5/2017) euro menyentuh level tertinggi dalam enam bulan, meski tidak mampu lama bertahan di atas 1.10, saat penurunan harga minyak mendorong dolar Australia dan dolar Kanada ke posisi terendah. Harapan Emmanuel Macron untuk menjadi Presiden Prancis berikutnya semakin mencuat, dan memberikan dorongan hampir 2,5% kepada euro selama dua pekan.
Euro sentuh posisi tertinggi enam bulan sebesar 1.0990 dalam perdagangan pagi di Eropa, namun gagal menjaga keuntungan saat lebih rendah 0,1% pada posisi 1.0968. Meski begitu posisi ini masih naik 0,8% selama satu pekan.
Sementara dolar Australia merosot menjadi 0.7368 atau menjadi yang terendah sejak 11 Januari, dan hingga hari terakhir turun 0,2% menjadi 0.7391. USD mengalami kejatuhan 0,2% terhadap yen ke level 112.27 atau menjauh dari posisi tertinggi tujuh pekan kemarin di level 113.045.
(akr)