Konferensi Pelabuhan Dunia di Bali Akan Tingkatkan Investasi
Senin, 08 Mei 2017 - 18:39 WIB
Konferensi Pelabuhan Dunia di Bali Akan Tingkatkan Investasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai, ada peluang investasi dan keuntungan dari penyelenggaraan the 30th International Associations of Ports & Harbors (IAPH) Worlds Conference 2017 atau konferensi pelabuhan se-dunia yang digelar di Nusa Dua, Bali pekan depan.
"(Konferensi IAPH) bisa saja mendatangkan investasi. Sekarang Presiden Jokowi mendorong udah lebih (investasi dari) swasta bukan hanya BUMN, jadi ada untungnya konferensi itu dilaksanakan di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (8/5/2017).
Menurutnya, delegasi dari Indonesia harus memanfaatkan acara tersebut untuk meng-update isu terkini seputar kepelabuhanan, membangun jaringan dan menggali potensi bisnis dari para peserta negara lain," imbuhnya.
Salah satu yang akan menjadi showcase dalam acara The 30th IAPH World Coference tahun ini adalah New Priok Terminal. Nantinya peserta akan diajak mengunjungi New Priok Terminal Project di Jakarta sebelum mengikuti konferensi di Bali.
"Pelabuhan kita sudah memiliki fasilitas yang baik. Itu semua dapat disampaikan kepada para peserta konferensi IAPH di Bali, jangan lupa bisnisnya juga dicari disitu," tuturnya.
Sesuai lini bisnisnya, Pelindo II (IPC) ditunjuk sebagai ketua penyelenggara Konferensi Pelabuhan terbesar dunia ke-30. Tema konferensi kali ini, Enabling Trade Energizing The World dengan Salah satu sesi utama mengenai Transformasi Maritim Indonesia.
"IPC (Pelindo II) memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan logistik dan pelabuhan yang terbaik dan berkualitas. Dan momentum IAPH merupakan peluang bagi kami untuk menunjukkan kesiapan tersebut," tutur Direktur Utama PT Pelindo II (IPC) Elvyn G Masassya.
Salah satu bentuk kesiapan IPC yakni dengan membangun proyek-proyek strategis. Tiga di antaranya Inland Waterways Cikarang-Bekasi Laut (CBL), pengembangan Pelabuhan Sorong (Papua Barat) dan Pelabuhan Kijing (Kalimantan Barat).
"Ketiga proyek strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan port connectivity. Berbagai proyek strategis ini akan kami sampaikan di forum IAPH," jelas Elvyn.
Dia mengucapkan terimakasih atas kerja sama dan dukungan dari BUMN lainnya dalam menyelenggarakan event bergengsi ini. "Konferensi IAPH tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan keberhasilan indonesia di sektor maritim tetapi juga menunjukkan sinergi BUMN. IPC mendapatkan dukungan BUMN lainnya seperti PP, BRI, Mandiri, dan BNI," tutupnya.
"(Konferensi IAPH) bisa saja mendatangkan investasi. Sekarang Presiden Jokowi mendorong udah lebih (investasi dari) swasta bukan hanya BUMN, jadi ada untungnya konferensi itu dilaksanakan di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (8/5/2017).
Menurutnya, delegasi dari Indonesia harus memanfaatkan acara tersebut untuk meng-update isu terkini seputar kepelabuhanan, membangun jaringan dan menggali potensi bisnis dari para peserta negara lain," imbuhnya.
Salah satu yang akan menjadi showcase dalam acara The 30th IAPH World Coference tahun ini adalah New Priok Terminal. Nantinya peserta akan diajak mengunjungi New Priok Terminal Project di Jakarta sebelum mengikuti konferensi di Bali.
"Pelabuhan kita sudah memiliki fasilitas yang baik. Itu semua dapat disampaikan kepada para peserta konferensi IAPH di Bali, jangan lupa bisnisnya juga dicari disitu," tuturnya.
Sesuai lini bisnisnya, Pelindo II (IPC) ditunjuk sebagai ketua penyelenggara Konferensi Pelabuhan terbesar dunia ke-30. Tema konferensi kali ini, Enabling Trade Energizing The World dengan Salah satu sesi utama mengenai Transformasi Maritim Indonesia.
"IPC (Pelindo II) memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan logistik dan pelabuhan yang terbaik dan berkualitas. Dan momentum IAPH merupakan peluang bagi kami untuk menunjukkan kesiapan tersebut," tutur Direktur Utama PT Pelindo II (IPC) Elvyn G Masassya.
Salah satu bentuk kesiapan IPC yakni dengan membangun proyek-proyek strategis. Tiga di antaranya Inland Waterways Cikarang-Bekasi Laut (CBL), pengembangan Pelabuhan Sorong (Papua Barat) dan Pelabuhan Kijing (Kalimantan Barat).
"Ketiga proyek strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan port connectivity. Berbagai proyek strategis ini akan kami sampaikan di forum IAPH," jelas Elvyn.
Dia mengucapkan terimakasih atas kerja sama dan dukungan dari BUMN lainnya dalam menyelenggarakan event bergengsi ini. "Konferensi IAPH tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan keberhasilan indonesia di sektor maritim tetapi juga menunjukkan sinergi BUMN. IPC mendapatkan dukungan BUMN lainnya seperti PP, BRI, Mandiri, dan BNI," tutupnya.
(izz)
Lihat Juga :