Arcandra Kaji Tawaran Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Selasa, 09 Mei 2017 - 16:40 WIB
Arcandra Kaji Tawaran...
Arcandra Kaji Tawaran Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan pihaknya akan mengkaji tawaran Rusia untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Hal ini diungkapkannya usai mendampingi Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang melakukan pertemuan dengan First Deputy of Rosatom State Atomic Energi Corporation Kirill Kamarov.

Arcandra mengungkapkan, dalam peta jalan (roadmap) Kebijakan Energi Nasional (KEN), nuklir sejatinya masuk sebagai opsi terakhir pemanfaatan energi di Indonesia. Sebab, pemerintah masih menunggu kesiapan masyarakat untuk dibangunnya pembangkit nuklir tersebut.

"Apakah kita enggak boleh bangun nuklir? Kita lihat lah apakah masyarakat kita sudah siap dengan nuklir. Apakah ada energi lain yang bisa," katanya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Rusia sendiri, kata mantan Menteri ESDM ini, telah melakukan kajian awal mengenai pembangunan pembangkit berbasis nuklir di Tanah Air. Beberapa daerah yang kiranya dimungkinkan untuk dibangun nuklir di antaranya Bangka Belitung, Batam, dan Kalimantan Timur.

"Yang visible dia ajukan tadi beberapa lokasi, yaitu Bangka, Batam, dan Kaltim. Pertanyaannya, kalau Bangka Belitung demand nya gimana. Kalau Kaltim demand nya gimana? Kan enggak mungkin bangun nuklir 100MW, ribuan MW," imbuh dia.

Meskipun begitu, tuturnya, untuk saat ini pemerintah masih akan terus memupuk kepercayaan masyarakat terhadap nuklir itu sendiri. Namun dia menekankan, jika di masa mendatang Indonesia akan membangun pembangkit berbasis nuklir maka itu memang karena tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan bukan karena didikte negara lain.

"Kita bilang bahwa public acceptance terhadap nuklir ini yang perlu kita develop. Yang menentukan oke atau tidak bukan mereka. Energi plan kita itu kita yang tahu. Bukan yang lain. Mengenai RUEN kita, kita yang nentuin. Ga didikte negara lain," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fix! Pemerintah Pilih...
Fix! Pemerintah Pilih Bangka-Belitung dan Kalimantan untuk Lokasi PLTN
Pengamat: Pembangunan...
Pengamat: Pembangunan PLTN Mampu Penuhi Kebutuhan Listrik Murah
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Pakai Kursi Roda, PNS...
Pakai Kursi Roda, PNS Kementerian ESDM Priyo Andi Gularso Diperiksa KPK
Penggeledahan Di Kantor...
Penggeledahan Di Kantor ESDM, Arifin Benarkan Terkait Dugaan Korupsi Tukin
5 Negara Berminat Bangun...
5 Negara Berminat Bangun PLTN di Indonesia, Tenaga Nuklir RI Dilirik Rusia hingga Kanada
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
2 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
2 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
3 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
3 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
3 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
3 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved