Fix! Pemerintah Pilih Bangka-Belitung dan Kalimantan untuk Lokasi PLTN
Senin, 17 Januari 2022 - 14:51 WIB
loading...
Pemerintah memilih Bangka-Belitung dan Kalimantan sebagai lokasi untuk pengembangan PLTN di dalam negeri. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbit keputusan menteri ESDM mengenai pembentukan tim terkait persiapan untuk penyusunan kelembagaan dari pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Bangka-Belitung dan Kalimantan disebut akan menjadi lokasi pembangunan PLTN pertama di Indonesia.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, pihaknya tengah melakukan persiapan awal untuk pengembangan PLTN tersebut.
Baca Juga: 5 Negara Paling Bersih di Dunia, Nomor 5 Andalkan Energi Nuklir
Namun, untuk lokasi persisnya, Dadan mengaku belum bisa menyebutkan dimana PLTN akan dibangun. Namun, dia menegaskan bahwa dua pulau tadi menjadi opsi pemerintah. "Tapi memang belum ada penunjukkan lokasinya itu ada di mana, itu belum," ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (17/1/2022).
Dadan melanjutkan, untuk studi terkait pengembangan PLTN ini lebih banyak dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Sementara, Kementerian ESDM melalui Litbang ESDM juga turut terlibat dalam pengkajian tersebut.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, pihaknya tengah melakukan persiapan awal untuk pengembangan PLTN tersebut.
Baca Juga: 5 Negara Paling Bersih di Dunia, Nomor 5 Andalkan Energi Nuklir
Namun, untuk lokasi persisnya, Dadan mengaku belum bisa menyebutkan dimana PLTN akan dibangun. Namun, dia menegaskan bahwa dua pulau tadi menjadi opsi pemerintah. "Tapi memang belum ada penunjukkan lokasinya itu ada di mana, itu belum," ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (17/1/2022).
Dadan melanjutkan, untuk studi terkait pengembangan PLTN ini lebih banyak dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Sementara, Kementerian ESDM melalui Litbang ESDM juga turut terlibat dalam pengkajian tersebut.
Lihat Juga :