Indonesia-Yordania Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi

Rabu, 10 Mei 2017 - 00:11 WIB
Indonesia-Yordania Dorong...
Indonesia-Yordania Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi
A A A
JAKARTA - Hubungan kerja sama bilateral ekonomi antara Indonesia dan Yordania dinilai prospektif. Pasalnya, Yordania dapat menjadi penghubung akses produk Indonesia ke negara-negara Arab lainnya.

"Kami harapkan dengan terbentuknya Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) dapat memberikan fasilitasi para pelaku usaha diantara kedua negara sehingga dapat meningkatkan kerja sama bilateral di sektor perdagangan, ekspor dan impor, pariwisata serta investasi," ujar Ketua Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) Mayra Andrea dalam keterangan tertulisnya.

Dia melanjutkan, para pelaku Indonesia perlu menjajaki peluang ekspor ke negara-negara non-tradisional seperti Yordania yang berada di kawasan Timur Tengah. "Kami akan mulai memikirkan agar kita bisa memiliki warehouse (gudang) khusus produk-produk Indonesia di Yordania," ungkap Mayra.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Timur Tengah, Fachry Thaib mengatakan, selama ini memang ada hambatan-hambatan perdagangan dengan Yordania. Namun hambatan-hambatan perdagangan tersebut pelru dikoordinasikan dengan kementerian terkait. "Solusi untuk hambatan perdagangan dapat dibicarakan oleh Kementerian terkait dan juga oleh pemerintah di antara kedua negara," tuturnya.

Fachry menuturkan, biaya transportasi yang masih tinggi menyebabkan produk Indonesia kurang berdaya saing jika dibandingkan dengan negara-negara yang lebih dekat ke Yordania, seperti India, Pakistan atau Bangladesh. Di sisi lain, potensi bisnis ke Yordania dinilai cukup menjanjikan karena dapat menjadi hub bagi negara-negara Arab.

Beberapa perusahaan Indonesia yang sudah menembus pasar di sana antara lain, Semen Indonesia, Semen Gresik, Petrokimia dan perusahaan yang memproduksi ban, PT Multistrada Arah Sarana. "Sekarang Jordan jadi hub untuk kebutuhan Irak, Suriah, Aman, Lebanon dan lainnya. Jika sudah ada perdamaian di sana (Irak dan Suriah) tentu menjadi potensi buat kita, karena kebutuhan rebuild (pembangunan kembali) sebuah negara itu nilainya miliaran dollar," jelasnya.

Dia mengungkapkan, negara-negara tersebut akan sangat memerlukan jasa konstruksi, semen, pupuk dan produk-produk strategis lainnya seperti plywood, furnitur, kelapa sawit, dan lainnya. Menurutnya, untuk memudahkan perdagangan di antara kedua negara, diperlukan free trade agreement (FTA) yang disepakati oleh kedua belah pihak.

"Tidak hanya dengan Jordan, tapi juga dengan negara-negara Arab lainnya. Kita perlu negosiator yang handal, kita harapkan secepatnya pemerintah bisa memperhatikan hal ini,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
RI-UEA Kerja Sama Atasi...
RI-UEA Kerja Sama Atasi Krisis Energi dan Pangan
Sejarah Baru Kerja Sama...
Sejarah Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Sambut Hari Nasional...
Sambut Hari Nasional Taiwan, Taipei dan RI Perkuat Kerja Sama Bilateral
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Serentak Terapkan Perjanjian Layanan Ruang Udara, Pertahanan, dan Ekstradisi
Bertemu PM Kishida,...
Bertemu PM Kishida, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Bilateral-Isu Palestina
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
3 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
4 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved