Cermati Sentimen yang Buat Rupiah Kembali Melemah
Jum'at, 12 Mei 2017 - 09:01 WIB
Cermati Sentimen yang Buat Rupiah Kembali Melemah
A
A
A
JAKARTA - Tidak jauh berbeda ulasan sebelumnya dimana masih positifnya laju USD membuat pelaku pasar meningkatkan permintaannya akan USD.
Ini kembali berimbas pada meningkatnya USD serta melemahkan rupiah yang tampak kehilangan momentum pembalikan arah. Apalagi terutama jika dihubungkan dengan kondisi politik dalam negeri yang dianggap meningkatkan risiko pasar.
"Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berimbas pada pelemahan lanjutan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.387/USD dan resisten Rp13.351/USD.
Sementara, meski di pasar spot valas global, laju USD sempat melemah, namun jelang akhir sesi kembali berbalik menguat. Akibatnya sejumlah mata uang Asia tidak berkesempatan memanfaatkan pelemahan tersebut untuk berbalik menguat.
Hingga akhir perdagangan, laju sejumlah mata uang Asia termasuk rupiah kembali ke zona merah. Pelemahan USD sempat terjadi setelah merespon berita dipecatnya Kepala Biro Investigasi FBI oleh Presiden Trump. Akan tetapi, seiring dengan masih melemahnya laju sejumlah harga komoditas membuat laju USD kembali menguat hingga akhir perdagangan.
"Meningkatnya permintaan akan USD turut membuat laju USD terapresiasi. Adapun sentimen pengajuan proposal proyek infrastruktur pemerintah ke China untuk meningkatkan investasi dalam negeri, kurang kuat mengangkat rupiah," pungkasnya.
Ini kembali berimbas pada meningkatnya USD serta melemahkan rupiah yang tampak kehilangan momentum pembalikan arah. Apalagi terutama jika dihubungkan dengan kondisi politik dalam negeri yang dianggap meningkatkan risiko pasar.
"Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat berimbas pada pelemahan lanjutan rupiah," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (12/5/2017).
Diperkirakan Reza, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.387/USD dan resisten Rp13.351/USD.
Sementara, meski di pasar spot valas global, laju USD sempat melemah, namun jelang akhir sesi kembali berbalik menguat. Akibatnya sejumlah mata uang Asia tidak berkesempatan memanfaatkan pelemahan tersebut untuk berbalik menguat.
Hingga akhir perdagangan, laju sejumlah mata uang Asia termasuk rupiah kembali ke zona merah. Pelemahan USD sempat terjadi setelah merespon berita dipecatnya Kepala Biro Investigasi FBI oleh Presiden Trump. Akan tetapi, seiring dengan masih melemahnya laju sejumlah harga komoditas membuat laju USD kembali menguat hingga akhir perdagangan.
"Meningkatnya permintaan akan USD turut membuat laju USD terapresiasi. Adapun sentimen pengajuan proposal proyek infrastruktur pemerintah ke China untuk meningkatkan investasi dalam negeri, kurang kuat mengangkat rupiah," pungkasnya.
(ven)