Neraca Pembayaran RI Kuartal I/2017 Surplus USD4,5 Miliar

Sabtu, 13 Mei 2017 - 18:19 WIB
Neraca Pembayaran RI...
Neraca Pembayaran RI Kuartal I/2017 Surplus USD4,5 Miliar
A A A
JAKARTA - Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berlanjut pada triwulan I 2017, ditopang oleh tingginya surplus transaksi modal dan finansial yang melampaui defisit transaksi berjalan. Surplus NPI tercatat sebesar USD4,5 miliar, relatif sama dengan surplus yang tercatat pada triwulan sebelumnya, atau berkebalikan dengan kondisi pada triwulan yang sama pada tahun 2016 yang mengalami defisit sebesar USD0,3 miliar.

"Surplus NPI tersebut pada gilirannya mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari USD116,4 miliar pada akhir triwulan IV 2016 menjadi USD121,8 miliar pada akhir triwulan I 2017," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (13/5/2017).

Jumlah cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,6 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional Meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian.

Sementara, surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2017 mencapai USD7,9 miliar, lebih besar dibandingkan dengan surplus pada triwulan IV 2016 yang sebesar USD7,6 miliar maupun surplus pada triwulan I 2016 yang sebesar USD4,2 miliar.

Menurut dia, peningkatan ini terutama didorong oleh derasnya aliran masuk modal investasi portofolio pada instrumen berdenominasi rupiah (SUN, SPN, dan saham) dan adanya penerbitan sukuk global pemerintah.

Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial lebih lanjut tertahan oleh penurunan surplus investasi langsung, terutama karena outflow investasi langsung sektor migas, dan defisit investasi lainnya khususnya karena penempatan aset sektor swasta di luar negeri. Sedangkan, defisit transaksi berjalan mengalami peningkatan didorong oleh meningkatnya defisit neraca perdagangan migas dan pendapatan primer.

Defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2017 tercatat sebesar USD2,4 miliar (1,0% PDB), meningkat dari USD2,1 miliar (0,9% PDB) pada triwulan IV 2016, namun jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit pada triwulan I 2016 yang sebesar USD4,7 miliar (2,1% PDB). Peningkatan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2017 terutama akibat naiknya defisit neraca perdagangan migas dan pendapatan primer.

"Peingkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia di tengah penurunan lifting minyak. Sementara kenaikan defisit neraca pendapatan primer mengikuti jadwal pembayaran bunga surat utang pemerintah yang lebih tinggi dan meningkatnya pembayaran pendapatan investasi langsung," terang dia.

Peningkatan defisit transaksi berjalan lebih lanjut tertahan oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang ditopang meningkatnya ekspor nonmigas sejalan dengan berlanjutnya kenaikan harga komoditas dan menurunnya defisit neraca jasa terutama karena naiknya surplus jasa perjalanan.

Perkembangan NPI pada triwulan I 2017 secara keseluruhan menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makroekonomi.

Bank Indonesia akan terus mewaspadai perkembangan global, khususnya risiko terkait kebijakan bank sentral AS dan faktor geopolitik, yang dapat memengaruhi kinerja neraca pembayaran secara keseluruhan.

"Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik didukung bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Catatkan Surplus USD5,9 Miliar di Kuartal III-2024
Neraca Pembayaran Kuartal...
Neraca Pembayaran Kuartal III Surplus USD2,1 Miliar
Setelah Defisit, Neraca...
Setelah Defisit, Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD2,4 Miliar
Bank Indonesia Optimistis...
Bank Indonesia Optimistis Neraca Pembayaran Surplus di 2022
Neraca Pembayaran Indonesia...
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD3 Miliar
BI: Neraca Pembayaran...
BI: Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023 Surplus USD8,6 Miliar
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
53 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved