Kelola Sektor Pertanian, Pemerintah Diminta Contoh Taiwan

Sabtu, 13 Mei 2017 - 20:14 WIB
Kelola Sektor Pertanian,...
Kelola Sektor Pertanian, Pemerintah Diminta Contoh Taiwan
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak mampu mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan atau yang berkaitan dengan urusan pangan, dari hulu sampai ke hilir. Menurut Ketua Ikatan Alumi BPPT sekaligus Anggota Dewan Kehormatan Ikatan Alumni Program Habibie, Anton Adibroto jika hal ini dibiarkan bisa berbahaya untuk beberapa tahun ke depan.

Pasalnya terang dia akan semakin banyak orang yang meninggalkan desanya untuk hidup di kota. Perhatian pemerintah terhadap komoditas pertanian, hasil kebun dari petani dinilai masih kurang dimana pemerintah tidak berperan membeli hasil petani. Kondisi tersebut menurut Anton membuat keran impor komoditas Indonesia tinggi.

"Kita bisa kerjakan banyak, tinggal lihat kita harus mengawal dari hulu sampai hilir. Seperti contoh, Taiwan, masyarakatnya, yang tinggal di sana tinggal 7% di pedesaan, tapi desa itu dibikin produktif sama pemerintahnya," kata dia di Jakarta, Sabtu (13/5/2017).

Di Taiwan, dia menceritakan bahwa para petani diminta untuk menanam bunga anggrek. Sedangkan petani lainnya, sudah dipos-poskan untuk menanam komoditas yang telah diputuskan oleh pemerintah. "Suruh nanam ini itu, sudah ditentuin, kebutuhannya apa. Nanti, kalau sudah panen, pemerintah yang ambil. Jadi sudah ada jaminan. Mereka tanam anggrek, dibeli sama pemerintah," katanya.

Dengan cara tersebut, dia menyakini niatan untuk tinggal di kota akan surut. Karena pemerintah memberikan jaminan hidup lebih baik untuk masyarakat di desa lewat membeli hasil panen, dengan harga yang lebih layak.

"Jadi ya ngapain lagi mereka harus tinggal di kota. Di desa saja sejahtera. Jadi, miss managementnya di sana. Kalau teknologi, kita sudah jago lah. Tapi begitu manage hulu sampai hilir, tidak ada jaminan. Sudah tanam, tapi enggak ada yang beli," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, NKV: Tema Hari Pangan Sedunia Jangan Jadi Jargon Semata
Urgensi Regenerasi Sektor...
Urgensi Regenerasi Sektor Pertanian
Penghargaan IRRI Bisa...
Penghargaan IRRI Bisa Jadi Penyemangat Pertanian Indonesia
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Penyuluh Kunci Sukses...
Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
6 menit yang lalu
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
56 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved