Arab Saudi-Rusia Perpanjang Pangkas Produksi Minyak hingga Maret 2018

Senin, 15 Mei 2017 - 12:54 WIB
Arab Saudi-Rusia Perpanjang...
Arab Saudi-Rusia Perpanjang Pangkas Produksi Minyak hingga Maret 2018
A A A
BEIJING - Arab Saudi dan Rusia telah sepakat untuk memperpanjang masa waktu pemangkasan produksi sampai dengan Maret 2018. Ini menjadi upaya terakhir mereka untuk menyeimbangkan pasar minyak global, seperti disampaikan kedua Menteri Energi dari dua produsen minyak utama tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (15/5/2017) tahapan berikutnya yakni syarat-syarat antar keduanya sebagai bagian dari kesepakatan, seperti dikatakan Menteri Eneri Saudi Khalid al-Falih saat melakukan pertemuan bersama di Beijing bersama dengan rekan Rusia Alexander Novak. Kabar ini membawa harga minyak dunia naik lebih dari 1,5% dalam perdagangan Asia.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah menggelar pertemuan, kedua Menteri setuju untuk melakukan apa pun untuk mengurangi persediaan global. Mereka juga menyatakan optimisme terkait mempertahankan dukungan dari produsen lain terkait kebijakan pemotongan produksi.

Di bawah perjanjian saat ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) yang dipimpin Arab Saudi secara de-facto, dan produsen lain termasuk Rusia berjanji untuk memotong produksi minyak mereka sebesar hampir 1,8 juta barel per hari (bpd) sepanjang paruh pertama tahun ini. Para produsen utama telah dipaksa untuk mempertimbangkan memperpanjang masa waktu pemotongan produksi.

Pasalnya dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak dunia terus menunjukkan penyusutan pada kisaran USD50 per barel. Namun kini pasat diyakini akan kembali stabil, setelah kesepkatan saat ini. Rusia sendiri merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan Arab Saudi adalah eksportir terbesar. Bersama-sama, mereka mengontrol sekitar 20 juta bpd dalam output harian, setara dengan seperlima dari konsumsi global sehari-hari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
13 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
36 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
51 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
1 jam yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved