Akuisisi 7-Eleven Indonesia, Charoen Pokphand Tunggu Persetujuan

Selasa, 16 Mei 2017 - 10:29 WIB
Akuisisi 7-Eleven Indonesia,...
Akuisisi 7-Eleven Indonesia, Charoen Pokphand Tunggu Persetujuan
A A A
JAKARTA - Progres rencana akuisisi bisnis 7-Eleven oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terhadap PT Modern International Tbk (MDRN) saat ini masih menunggu persetujuan dari 7-Eleven Inc. Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy mengakui proses akuisisi bisnis 7-Eleven senilai Rp1 triliun tersebut masih berjalan lancar.

(Baca Juga: Penyebab 7-Eleven Mulai Berguguran )

Saat ini perseroan masih harus menunggu persetujuan pergantian hak waralaba dari MDRN kepada Charoen Pokphand Indonesia. "Di dalam penandatangan perjanjian bisnis akuisisi tersebut ada beberapa hal yang harus dipenuhi, tentunya persetujuan dari para principle, yang paling penting persetujuan dari 7-Eleven International," kata Thomas disela-sela kegiatan CSR-nya di Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Penandatangan perjanjian akuisisi bisnis oleh kedua belah pihak telah dilakukan pada 19 April 2017 silam. Perjanjian ini termasuk kedalam akuisisi bersyarat. Transaksi ini sendiri direncanakan dapat selesai sebelum 30 Juni 2017 apabila prasyarat pelaksanaan transaksi terpenuhi.

Beberapa prasyarat tersebut di antaranya, persetujuan dari instansi pemerintah juga harus diperoleh, termasuk persetujuan Kementerian Perdagangan atas pengakhiran perjanjian waralaba (clean break) dan penunjukkan CPRI selaku penerima waralaba yang baru. Serta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan rencana transaksi.

Ada juga persetujuan dari kreditur sehubungan dengan pelaksanaan rencana transaksi telah diperoleh. Persetujuan dari 7-Eleven Inc selaku pemberi waralaba sehubungan dengan pengakhiran perjanjian waralaba dengan MSI dan penunjukkan CPRI selaku penerima waralaba baru.

"Kalau semua sudah terpenuhi, baru transaksi tersebut dinyatakan efektif, nanti kita akan bisa membahas berapa lama kita bisa mendapatkan massa konsesi yang baru," jelas dia.

Dia memastikan, akuisisi bisnis 7-Eleven tidak akan memberatkan perseroan, meskipun menurut Modern Internasional segmen usaha ini telah mengalami kerugian di tahun-tahun terakhir. "Kita tidak beli utang dan tidak beli saham, saya hanya beli bisnisnya, oleh sebab itu bentuknya berupa business acquisition agreement," tambahnya.

Sementara itu, dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), CPIN berencana membangun empat kandang ayam tertutup (closed house) di empat universitas, yakni di Universitas Airlangga (Surabaya), Universitas Diponogoro (Semarang), Universitas Hasanuddin (Makassar) dan Universitas Jenderal Soedirman (Purwokerto).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Hunian di Sentul Bogor...
Hunian di Sentul Bogor Ini Tarik Minat Masyarakat
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
39 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved