IHSG Dibuka Anjlok Saat Indeks Jepang Merosot 1,79%
Kamis, 18 Mei 2017 - 09:34 WIB
IHSG Dibuka Anjlok Saat Indeks Jepang Merosot 1,79%
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah, seiringi kejatuhan bursa utama Asia secara keseluruhan. Bursa saham Tanah Air pagi ini turun 36,56 poin setara dengan 0,65% ke level 5.578,93.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, bursa saham dalam negeri berakhir ke level 5.615,49 usai kehilangan 31,51 poin atau 0,56%. Pada sesi pembukaan pagi ini, sektor saham berada pada jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor properti mencapai 0,60% diikuti industri dasar yang berkurang 0.57%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,42 miliar dengan 1,22 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp21,04 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp530,2 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp509,2 miliar. Tercatat 64 saham naik, 125 turun dan 170 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp120 menjadi Rp610, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) bertambah Rp100 ke posisi Rp3.250 serta PT Astra International Tbk. (ASII) melompat Rp50 menjadi Rp8.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp575 menjadi Rp4.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp400 ke level Rp69.700 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp150 menjadi Rp5.950.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (18/5/2017) ekuitas Asia dibuka mayoritas lebih rendah, sementara bursa saham AS melemah di tengah memanasnya situasi politik. Indeks Nikkei Jepang merosot cukup dalam usai kehilangan 355,54 poin atau 1,79% ke level 19.459,34, saat Yen menjaga tren penguatan.
Dolar Amerika Serikat (USD) berada pada level 110.91 terhadap yen di awal perdagangan, atau mengalami penurunan di bandingkan awal pekan. Yen sendiri tidak bereaksi terhadap data produk domestik bruto (PDB) Jepang selama periode Januari-Maret di level 2,2%.
"Dalam satu hari ketika pasar global telah didominasi oleh ketegangan politik di Washington, data PDB ini cenderung hanya memiliki efek ringan kepada pasar Jepang dan revisi dalam hal apapun," ucap Manajer Direktur Keuangan ING Tim Condon.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi berkurang 0,65% atau setara dengan 15,00 poin menjadi 2.278,08, sedangkan bursa saham Australia kehilangan 1,28% pada perdagangan pagi ini. Pelemahan juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong yang turun mencapai sebesar 87,83 atau 0,35% ke level 25.205,80.
Pada pasar saham daratan China, indeks Shanghai juga berkurang 0,30% atau 9,25 ke posisi 3.095,19. Di sisi lain pada perdagangan mata uang, indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama lainya, berada di sekitar titik terendah sejak November.
Sebelumnya pada perdagangan kemarin, bursa saham dalam negeri berakhir ke level 5.615,49 usai kehilangan 31,51 poin atau 0,56%. Pada sesi pembukaan pagi ini, sektor saham berada pada jalur negatif dipimpin kejatuhan sektor properti mencapai 0,60% diikuti industri dasar yang berkurang 0.57%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,42 miliar dengan 1,22 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp21,04 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp530,2 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp509,2 miliar. Tercatat 64 saham naik, 125 turun dan 170 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp120 menjadi Rp610, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) bertambah Rp100 ke posisi Rp3.250 serta PT Astra International Tbk. (ASII) melompat Rp50 menjadi Rp8.400.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp575 menjadi Rp4.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp400 ke level Rp69.700 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) turun Rp150 menjadi Rp5.950.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (18/5/2017) ekuitas Asia dibuka mayoritas lebih rendah, sementara bursa saham AS melemah di tengah memanasnya situasi politik. Indeks Nikkei Jepang merosot cukup dalam usai kehilangan 355,54 poin atau 1,79% ke level 19.459,34, saat Yen menjaga tren penguatan.
Dolar Amerika Serikat (USD) berada pada level 110.91 terhadap yen di awal perdagangan, atau mengalami penurunan di bandingkan awal pekan. Yen sendiri tidak bereaksi terhadap data produk domestik bruto (PDB) Jepang selama periode Januari-Maret di level 2,2%.
"Dalam satu hari ketika pasar global telah didominasi oleh ketegangan politik di Washington, data PDB ini cenderung hanya memiliki efek ringan kepada pasar Jepang dan revisi dalam hal apapun," ucap Manajer Direktur Keuangan ING Tim Condon.
Di seberang selat Korea Selatan, indeks Kospi berkurang 0,65% atau setara dengan 15,00 poin menjadi 2.278,08, sedangkan bursa saham Australia kehilangan 1,28% pada perdagangan pagi ini. Pelemahan juga terlihat pada indeks Hang Seng di Hong Kong yang turun mencapai sebesar 87,83 atau 0,35% ke level 25.205,80.
Pada pasar saham daratan China, indeks Shanghai juga berkurang 0,30% atau 9,25 ke posisi 3.095,19. Di sisi lain pada perdagangan mata uang, indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama lainya, berada di sekitar titik terendah sejak November.
(akr)
Lihat Juga :