Pemerintah Diminta Bikin Daftar Importir Nakal

Kamis, 18 Mei 2017 - 16:49 WIB
Pemerintah Diminta Bikin...
Pemerintah Diminta Bikin Daftar Importir Nakal
A A A
JAKARTA - Pengamat Ekonomi Pertanian IPB Muhammad Firdaus mendorong pemerintah untuk lebih tegas menindak keberadaan spekulan pangan terutama di Jakarta. Dia menekankan bahwa mafia pangan tepatnya kartel atau pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan dari margin impor khususnya komoditas bawang putih memang benar adanya.

Oleh karena itu, dia menyarakankan pemerintah juga harus membuat sistem yang bagus terkait daftar nama-nama importir sehingga ketika mereka bermain curang bisa langsung ditindak. "Sebetulnya pemerintah sudah tegas, tetapi dengan adanya kejadian penimbunan bawang putih impor di sebuah gudang di Marunda kemarin, maka pemerintah harus tegas lagi," ujarnya di Jakarta, Kamis (18/5/2017).

"Saya kira semua pihak harus berperan untuk mengawasi spekulan nakal ini, bukan cuma Kementerian Perdagangan (Kemendag) atau Pemprov DKI Jakarta, masyarakat juga bisa dilibatkan," sambung dia.

Sebelumnya, penggerebakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dilakukan di kawasan Marunda, Jakarta Utara yang berhasil menemukan penimbunan sekitar 182 ton bawang putih. Saat ini upaya pemerintah dalam menjamin stabilitas harga, terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran, semakin gencar dilakukan.

Dari gudang tersebut diamankan pemilik gudang, pemilik barang, dan supir truk. Saat dilakukan pemeriksaan, pemilik gudang tidak bisa menunjukkan dokumen importasi yang lengkap.

Sementara itu, Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat memastikan ketersediaan pangan selama ramadan dan lebaran untuk komoditas tertentu akan tercukupi seiring BUMD pangan di DKI selama ini telah menyimpan stok untuk dua bulan ke depan. Menurutnya, yang tengah menjadi pekerjaan rumah Pemprov DKI adalah menstabilkan harga bawang putih yang sempat bergejolak di masyarakat.

"Kemarin harga bawang putih Rp47.000 per kilogram, nanti dengan sinergi BUMD ini kami akan pastikan harga bisa tembus ke masyarakat Rp33.000 per kilogram," katanya.

Dalam upaya mencegah agar tidak terjadi lagi penimbunan bahan pangan, pengamat mendorong aparat untuk tidak segan-segan menghukum agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendorong agar pemerintah bisa mendekati kalangan pengusaha agar lima komoditas stategis antara lain gula, minyak goreng, daging, beras dan bawang putih bisa dinikmati masyarakat dengan harga yang sesuai.

Pengacara Publik sekaligus Deputi Direktur Pembelaan HAM di ELSAM Andi Muttaqien, menilai kinerja pemerintah ini positif dan patut untuk diapresiasi. Tidak hanya mengapresiasi, ia juga mengungkapkan harapannya. “Saya sih berharap (pemerintah) bisa menangkap sampai pada pemain besarnya,” ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Kolaborasi Posko Pangan,...
Kolaborasi Posko Pangan, Civil Society Antisipasi Kenaikan Harga Sembako
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga, Pemprov Sulbar Luncurkan Gerakan Pangan Murah
Harga Pangan Selangit,...
Harga Pangan Selangit, Emak-emak di Cimahi Menjerit
Harga Pangan Stabil...
Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan, Bukti Keberhasilan Kolaborasi Pemerintah
Jokowi Respons Harga...
Jokowi Respons Harga Pangan Naik Ugal-ugalan Jelang Ramadan
Berita Terkini
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
31 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
43 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
57 menit yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
2 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved