Rupiah Diperkirakan Masih Sulit Bangkit ke Zona Hijau
Jum'at, 19 Mei 2017 - 09:22 WIB
Rupiah Diperkirakan Masih Sulit Bangkit ke Zona Hijau
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan yang cukup signifikan pada laju rupiah kembali mendapat perhatian seiring dengan aksi jual massif pelaku pasar seiring dengan meningkatnya permintaan atas mata uang safe heaven. Di sisi lain, Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menerangkan juga membuka peluang pelemahan lebih lanjut.
Oleh karena itu lanjut dia, pelaku pasar pun lebih disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi pelemahan lanjutan. "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.455/USD dan resisten Rp13.410/USD," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/5/2017).
Sementara, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana masih adanya imbas meningkatnya minat pelaku pasar terhadap sejumlah mata uang safe heaven membuat laju sejumlah mata uang Asia yang non kategori tersebut kembali mengalami pelemahan. Bahkan rupiah pun kembali melanjutkan pelemahan hingga cukup dalam.
Meski demikian, laju USD pada dasarnya kembali mengalami pelemahan dengan masih adanya kekhawatiran konflik internal pemerintahan Trump dan kelangsungan program-program pembangunan ambisiusnya. Setelah Trump diduga berusaha mengganggu penyelidikan federal terkait hubungan antara mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn's dengan Rusia.
"Akan tetapi, karena minat pelaku pasar lebih tinggi pada mata uang safe heaven antara lain JPY dan CHF maka laju rupiah dan sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah dalam," pungkasnya.
Oleh karena itu lanjut dia, pelaku pasar pun lebih disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi pelemahan lanjutan. "Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.455/USD dan resisten Rp13.410/USD," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/5/2017).
Sementara, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana masih adanya imbas meningkatnya minat pelaku pasar terhadap sejumlah mata uang safe heaven membuat laju sejumlah mata uang Asia yang non kategori tersebut kembali mengalami pelemahan. Bahkan rupiah pun kembali melanjutkan pelemahan hingga cukup dalam.
Meski demikian, laju USD pada dasarnya kembali mengalami pelemahan dengan masih adanya kekhawatiran konflik internal pemerintahan Trump dan kelangsungan program-program pembangunan ambisiusnya. Setelah Trump diduga berusaha mengganggu penyelidikan federal terkait hubungan antara mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn's dengan Rusia.
"Akan tetapi, karena minat pelaku pasar lebih tinggi pada mata uang safe heaven antara lain JPY dan CHF maka laju rupiah dan sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah dalam," pungkasnya.
(akr)