Ini Solusi Balitbang ESDM Kurangi Penggunaan BBM

Jum'at, 19 Mei 2017 - 20:28 WIB
Ini Solusi Balitbang...
Ini Solusi Balitbang ESDM Kurangi Penggunaan BBM
A A A
JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berperan besar dalam mencari jawaban teknologi untuk ketahanan energi Tanah Air. Salah satu inovasi Balitbang ESDM yang siap diimplementasikan secara masif adalah teknologi gasifikasi mini (gasmin) batubara untuk industri kecil dan menengah (IKM).

Kepala Balitbang ESDM F.X. Sutijastoto mengatakan, inovasi gasmin merupakan salah satu perwujudan pelayanan publik Balitbang ESDM untuk menyediakan teknologi yang terjangkau dan efisien bagi masyarakat industri.

"Di sisi lain, pengembangan dan komersialisasi gasmin merupakan salah satu upaya Balitbang ESDM untuk meningkatkan PNBP sebagai alternatif sumber pendanaan untuk riset," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima SINDOnews, Jumat (19/5/2017).

Ia menambahkan gasmin merupakan alat teknologi tepat guna untuk mengubah bahan bakar padatan menjadi bahan bakar gas yang ramah lingkungan. “Kualitas bahan bakar dengan gasifikasi batubara ini tidak jauh berbeda dengan BBM. ‎Apinya mirip dengan BBM,” terangnya.

Sutijastoto bahkan menegaskan, penggunaan gasmin akan meningkatkan efisiensi produksi IKM secara signifikan sampai 50%. "Biaya produksi berkurang maka ini berarti, pemakaian gasmin akan meningkatkan daya saing IKM," imbuhnya.

Ia menjelaskan, penggunaan gasmin batubara skala IKM ini akan dapat mengurangi penggunaan BBM lumayan besar. Sedikitnya, bila gasmin digunakan sebanyak 1250 unit di kalangan IKM, akan dapat mengurangi penggunaan BBM sebanyak 10 ribu barel/hari.

“Teknologi ini memang berawal dari keinginan pemerintah untuk mengurangi impor bahan bakar minyak yang begitu tinggi,” tuturnya.

Seperti diketahui, ketergantungan impor minyak Indonesia terbilang tinggi. Rata-rata konsumsi BBM sekitar 1,6 juta barel/hari. Sementara produksi minyak di tanah air berkisar 800 ribu atau 0,8 juta barel/hari.

Ini pun sebagian masih dimiliki oleh para kontraktor. Demikian halnya dengan elpiji. Jadi, dari sisi kebutuhan, Indonesia masih banyak perlu impor.

“Inilah PR-nya. Kita harus mencari jawaban dari sisi teknologi untuk mengatasi itu. Kita punya banyak batubara, tapi selama ini ada permasalahan lingkungan. Sehingga kita ciptakan gasmin batubara, teknologi yang ramah lingkungan,” imbuhnya.

Hal senada dilontarkan Peneliti Balitbang ESDM Yenny Sofaeti yang menciptakan gasmin batubara untuk skala IKM. Ia katakan, pada tahapan uji coba di tiga jenis IKM di Provinsi Daerah Yogyakarta, yakni IKM penyulingan atsiri, pembuatan tahu, dan peleburan alumunium.

Dimana masing-masing menggunakan kapasitas gasmin yang berbeda, yakni 50 kg untuk alumunium, 30 kg untuk penyulingan minyak atsiri, dan 10 kg untuk pembuatan tahu, memberikan dampak yang positif terhadap industri itu dengan pengurangan biaya produksi.

“Sehingga, target penggunaan gasmin sebagai alternatif dalam penggunaan energi dapat terealisasi,” ungkapnya.

Hal yang menarik dari gasmin batubara ini, sambung Yenny, mampu menjawab tiga permasalahan yang ditanyakan oleh industri. Salah satunya, mampu beroperasi secara terus menerus tanpa mengganggu proses produksi. “Semakin lama waktu produksi, semakin efisien biaya energi,” pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukung Kepedulian pada...
Dukung Kepedulian pada Sesama, Kementerian ESDM Hibahkan Aset ke Lembaga Kemanusiaan
Pakai Kursi Roda, PNS...
Pakai Kursi Roda, PNS Kementerian ESDM Priyo Andi Gularso Diperiksa KPK
Penggeledahan Di Kantor...
Penggeledahan Di Kantor ESDM, Arifin Benarkan Terkait Dugaan Korupsi Tukin
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Anggaran Kementerian...
Anggaran Kementerian ESDM Dipotong Rp3,5 Triliun
KPK Geledah Kantor Kementerian...
KPK Geledah Kantor Kementerian ESDM, Penyidik Bawa 2 koper
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved