Pekerja Freeport yang di PHK Dapat Pesangon Rp2 Miliar/Orang

Selasa, 23 Mei 2017 - 13:50 WIB
Pekerja Freeport yang...
Pekerja Freeport yang di PHK Dapat Pesangon Rp2 Miliar/Orang
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa saat ini terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan PT Freeport Indonesia, dampak tidak beroperasinya kegiatan Freeport pasca adanya aturan pemerintah soal ekspor konsentrat.

Meski demikian, kata Luhut, pekerja Freeport yang dipecat mendapat pesangon hingga Rp2 miliar per orang. Dia mengungkapkan, raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut telah menyiapkan kompensasi untuk pekerjanya yang terkena dampak pengurangan karyawan. Kompensasi ini berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

"Kalau mogok itu sebenarnya sebagian mau dikasih golden shake hand (kompensasi) dalam rangka mengurangi pegawainya. Kalau enggak salah, satu orang itu Rp1 miliar sampai Rp2 miliar," katanya dalam acara Coffee Morning di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Luhut menuturkan, saat ini tidak ada persoalan serius yang berhubungan dengan Freeport. Perundingan antara pemerintah dengan perusahaan tambang yang bemarkas di AS masih berjalan sesuai rencana.

"Tadi malam Pak Jonan (Menteri ESDM Ignasius Jonan) sudah melaporkan ke saya, sampai sekarang perundingan tidak ada hal luar biasa. Semua berjalan sesuai rencana, jadi tidak ada serious matter mengenai Freeport," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan karyawan PT Freeport Indonesia melakukan aksi mogok kerja selama satu bulan sejak 1 Mei 2017. Hal ini dilakukan karena mereka menuntut agar seluruh karyawan Freeport yang dirumahkan dapat bekerja kembali setelah izin ekspor diterbitkan.

Ketua Serikat Pekerja Bidang Kimia, Energi dan Pertambangan Cabang Kabupaten Mimika, Aser Gobai mengungkapkan, sejak 1 Mei 2017 sudah tidak ada aktivitas yang dilakukan karyawan Freeport.

"Sudah berlaku sejak 1 Mei 2017 tidak ada aktivitas, saya punya anggota," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
22 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved