USD Mulai Pulih, Rupiah Dibuka Langsung Terpeleset
Rabu, 24 Mei 2017 - 10:16 WIB
USD Mulai Pulih, Rupiah Dibuka Langsung Terpeleset
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi pembukaan perdagangan hari ini terkapar setelah sebelumnya terus bergerak menguat. Pelemahan mata uang Garuda di tengah mulai bangkitnya USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka melemah ke level Rp13.316/USD. Posisi ini jauh memburuk dari sebelumnya berada di level Rp13.296/USD.
Rupiah juga terlihat negatif pagi ini berdasarkan data Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.307/USD atau ambruk dari penutupan kemarin di level Rp13.299/USD. Rupiah tercatat makin ambruk pada pukul 10.06 WIB di level Rp13.315/USD dengan kisaran Rp13.301-Rp13.321/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah hari ini dibuka pada level Rp13.300/USD tidak lebih baik dari sebelumnya di level Rp13.295/USD dan pada pukul 10.08 WIB makin lemas di level Rp13.311/USD dengan kisaran harian Rp13.295-Rp13.321/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas justru menguat tipis ke level Rp13.318/USD dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.320/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/5/2017), USD menguat setelah pulih dari level terendahnya dalam 6,5 bulan terhadap rekan-rekan utama berkat kenaikan imbal hasil AS, dengan fokus investor sekarang beralih ke arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Indeks dolar terhadap enam mata uang stabil di level 97,336 setelah sempat melambung sebesar 0,4% pada hari sebelumnya. Ini berhasil menarik diri dari level rendah 96.797 yang terjadi pada Senin kemarin atau terendah sejak 9 November, ketika kekhawatiran mengenai politik AS yang berasal dari kampanye pemilu Trump yang dicurigai dengan Rusia mengurangi tingkat greenback.
USD menguat karena harga utang AS turun dengan catatan Treasury Treasury berjangka waktu 10 tahun naik 3 basis poin dalam semalam dan pembelian obligasi ke tempat yang aman.
USD terhadap yen naik 0,15% ke level 111,945 atau tertinggi dalam sepekan. Mata uang AS juga berhasil menghentikan pelemahannya terhadap euro, yang telah menikmati kenaikan bulan ini.
Euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1,1179, mundur dari level tertingginya dalam 6,5 bulan di level 1,1268 pada hari sebelumnya.
Di tempat lain, dolar Kanada terhadap USD stabil di level 1,3522 per dolar setelah menyentuh 1,3457 dalam semalam, terkuat dalam sebulan. Sementara poundsterling terhadap USD hampir mendatar di posisi 1,2957, dengan pasar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kampanye pemilihan yang dihentikan Inggris setelah pemboman bunuh diri di Manchester.
Posisi rupiah pagi ini menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, dibuka melemah ke level Rp13.316/USD. Posisi ini jauh memburuk dari sebelumnya berada di level Rp13.296/USD.
Rupiah juga terlihat negatif pagi ini berdasarkan data Bloomberg yang dibuka pada posisi Rp13.307/USD atau ambruk dari penutupan kemarin di level Rp13.299/USD. Rupiah tercatat makin ambruk pada pukul 10.06 WIB di level Rp13.315/USD dengan kisaran Rp13.301-Rp13.321/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance di awal perdagangan, rupiah hari ini dibuka pada level Rp13.300/USD tidak lebih baik dari sebelumnya di level Rp13.295/USD dan pada pukul 10.08 WIB makin lemas di level Rp13.311/USD dengan kisaran harian Rp13.295-Rp13.321/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas justru menguat tipis ke level Rp13.318/USD dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.320/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/5/2017), USD menguat setelah pulih dari level terendahnya dalam 6,5 bulan terhadap rekan-rekan utama berkat kenaikan imbal hasil AS, dengan fokus investor sekarang beralih ke arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Indeks dolar terhadap enam mata uang stabil di level 97,336 setelah sempat melambung sebesar 0,4% pada hari sebelumnya. Ini berhasil menarik diri dari level rendah 96.797 yang terjadi pada Senin kemarin atau terendah sejak 9 November, ketika kekhawatiran mengenai politik AS yang berasal dari kampanye pemilu Trump yang dicurigai dengan Rusia mengurangi tingkat greenback.
USD menguat karena harga utang AS turun dengan catatan Treasury Treasury berjangka waktu 10 tahun naik 3 basis poin dalam semalam dan pembelian obligasi ke tempat yang aman.
USD terhadap yen naik 0,15% ke level 111,945 atau tertinggi dalam sepekan. Mata uang AS juga berhasil menghentikan pelemahannya terhadap euro, yang telah menikmati kenaikan bulan ini.
Euro terhadap USD sedikit berubah pada level 1,1179, mundur dari level tertingginya dalam 6,5 bulan di level 1,1268 pada hari sebelumnya.
Di tempat lain, dolar Kanada terhadap USD stabil di level 1,3522 per dolar setelah menyentuh 1,3457 dalam semalam, terkuat dalam sebulan. Sementara poundsterling terhadap USD hampir mendatar di posisi 1,2957, dengan pasar menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kampanye pemilihan yang dihentikan Inggris setelah pemboman bunuh diri di Manchester.
(izz)