Pengguna Uang Elektronik Berbasis Kartu Bakal Kena Biaya?

Jum'at, 26 Mei 2017 - 19:29 WIB
Pengguna Uang Elektronik...
Pengguna Uang Elektronik Berbasis Kartu Bakal Kena Biaya?
A A A
JAKARTA - Penggunaan uang elektronik berbasis kartu menjadi sebuah fenomena yang saat ini marak digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas tersebut dimanfaatkan mulai untuk pembayaran tiket kereta, angkutan bus, pembayaran tol, berbelanja di minimarket dan sebagainya.

Namun dalam penggunaannya, bank yang mengeluarkan uang elektronik berbasis kartu selama ini tidak mendapatkan fee atau komisi dari jasa tersebut. Hal ini diakui Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

ASPI meengungkapkan, selama ini belum ada regulasi yang mengatur biaya atau komisi dari kartu tersebut. Jika diterapkan, akan ada penyesuaian mengenai biaya penggunaan fasilitas.

"Ya, sekarang ini memang belum ada regulasinya untuk biaya-biaya itu. Jadi sementara ini enggak kena biaya. Kalau ada regulasinya dari Bank Indonesia kita bisa atur," ujar Sekjen ASPI Sis Apik Wijayanto, ketika dihubungi SINDOnews, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Sis mengungkapkan, saat ini sistem pembayaran di Indonesia sedang diarahkan ke National Payment Gateway (NPG). Dalam ketentuan NPG juga masuk tentang uang elektronik berbasis kartu. Namun, belum membahas mengenai biaya yang akan dikenakan atas penggunaan uang elektronik tersebut.

"Di dalam kebijakan NPG, belum diatur. Otomatis ya belum dibahas. Tapi sepanjang nanti regulasinya ada, kita jalankan," katanya.

Untuk pembahasannya, lanjut Sis, saat ini masih menunggu kebijakan pemerintah. Sehingga belum bisa dipastikan kapan ketentuan pengenaan fee tersebut. "Ya, bisa tahun depan atau bisa juga setelahnya, kita belum tahu," imbuhnya.

Dia menuturkan, kalau nanti masyarakat dikenakan biaya atas penggunaannya, maka pihak bank penyelenggara akan memaksimalkan fasilitas penunjang uang elektronik. Hal ini untuk meminimalisir adanya protes dari pengguna uang elektronik atas pengenaan biaya tersebut.

"Jadi nanti itu mesin EDC, semuanya jadi satu, di satu mesin. Itu bisa menggunakan berbagai macam uang elektronik. Kita maksimalkan di sana, untuk meningkatkan pelayanan kita ke masyarakat," ujarnya

"Jadi seandainya itu dikenakan, orang tidak perlu uang tunai. Seandainya dikenakan juga enggak banyak," pungkas Sis.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Bikin Uang Elektronik...
Pandemi Bikin Uang Elektronik Berjaya atas Kartu Gesek
Uang Elektronik jadi...
Uang Elektronik jadi Solusi Jangkau Masyarakat Unbanked
Laris Manis, Transaksi...
Laris Manis, Transaksi Uang Elektronik Terus Meningkat 24,42%
Ke Depan Bank Tak Lagi...
Ke Depan Bank Tak Lagi Menyimpan Uang Tunai, tapi Data
Nasabah Lebih Milih...
Nasabah Lebih Milih Digital Banking, Gesek ATM Mulai Nggak Laku
Waspada Phishing!
Waspada Phishing!
Berita Terkini
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
1 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
1 jam yang lalu
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
11 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
12 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
15 jam yang lalu
Infografis
Judi Politik Elon Musk:...
Judi Politik Elon Musk: Tesla Bakar Uang Rp1.100 Triliun Usai Umumkan Partai Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved