Perjanjian Kemitraan Indonesia-Australia Rampung Akhir 2017

Minggu, 28 Mei 2017 - 08:57 WIB
Perjanjian Kemitraan...
Perjanjian Kemitraan Indonesia-Australia Rampung Akhir 2017
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Australia rampung tahun ini. Pekan ini Indonesia dan Australia telah menyelesaikan putaran ketujuh perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA) di Jakarta.

Pertemuan selanjutnya akan digelar di Canberra, Australia, akhir Juli mendatang. "IA CEPA dimandatkan selesai tahun ini. Maka itu, pertemuan yang biasanya tiga bulan sekali kita percepat menjadi dua bulan sekali,” ujar Ketua Perundingan IA CEPA Deddy Saleh seusai penutupan perundingan putaran ketujuh di Hotel Shangrila.

Menurut Deddy, perundingan ketujuh menghasilkan pembahasan yang cukup positif di semua grup pembahasan, termasuk terkait kerja sama ekonomi. Dua negara menghasilkan pembahasan yang signifikan terkait akses pasar maupun pembahasan text agreement.

"Salah satu perkembangan baik dari putaran ini adalah disepakatinya elemen yang akan menjadi dasar penyusunan draf teks economic cooperation (EC) atau kerja sama ekonomi. EC ini merupakan bagian integral dari perundingan," tutur dia.

Prinsip penting dari kerja sama ekonomi tersebut adalah economic powerhouse, di mana dua negara akan bekerja sama di berbagai bidang, bukan hanya untuk memanfaatkan pasar masing-masing, melainkan justru pasar negara ketiga atau dunia. Prinsip ini terus digodok dan akan diperjelas dalam berbagai program kerja sama di bawah Chapter EC.

”Jadi, dua negara akan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki masing-masing negara untuk kerja sama menarget negara ketiga. Misalnya Australia kaya gandum, oleh kita diolah menjadi mi lalu diekspor ke negara lain,” papar dia.

Dua negara juga secara intensif membahas lebih mendalam mengenai upaya implementasi kerja sama yang merupakan bagian dari Early Outcomes lA-CEPA seperti kerja sama di bidang standar obat dan makanan, produk herbal, dan pemetaan standar.

"Jadi, kitaakan buat kerja sama yang tanpa harus menunggu ratifikasi. Dalam hal ini terdapat sembilan program," ujar Wakil Ketua Perunding Indonesia Made Marthini.

Sembilan Early Outcomes yang akan dibahas perkembangannya yaitu kerja sama di bidang pertukaran tenaga terampil, kemitraan bidang ketahanan pangan di sektor daging dan sapi, jasa keuangan, rekomendasi Indonesia-Australia Business Partnership Group (IA-BPG), vokasional, busana dan desain perhiasan, inovasi makanan, standar obat dan makanan, produk herbal, dan pemetaan standar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag dan KBRI Canberra...
Kemendag dan KBRI Canberra Dorong Kerja Sama Perdagangan Bilateral
RI-UEA Kerja Sama Atasi...
RI-UEA Kerja Sama Atasi Krisis Energi dan Pangan
Sejarah Baru Kerja Sama...
Sejarah Baru Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Australia
Sambut Hari Nasional...
Sambut Hari Nasional Taiwan, Taipei dan RI Perkuat Kerja Sama Bilateral
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Serentak Terapkan Perjanjian Layanan Ruang Udara, Pertahanan, dan Ekstradisi
Bertemu PM Kishida,...
Bertemu PM Kishida, Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Bilateral-Isu Palestina
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved