Investasi Properti, BPJS Ketenagakerjaan Bangun SS Tower

Selasa, 30 Mei 2017 - 16:26 WIB
Investasi Properti,...
Investasi Properti, BPJS Ketenagakerjaan Bangun SS Tower
A A A
JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan dorong penempatan dana kelolaan peserta untuk investasi properti tahun ini. Hal ini salah satu strategi manajemen untuk memberikan hasil pengembangan optimal bagi peserta.

Investasi tersebut di antaranya berwujud Social Security (SS) Tower, yang digagas BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat direalisasikan pembangunannya pada 2017.

SS Tower merupakan properti komersial yang akan dikembangkan dan dioperasikan PT Sinergi Investasi Properti (SIP). PT SIP adalah perusahaan pengembang (developer) properti yang merupakan bentuk investasi penyertaan langsung dana Jaminan Hari Tua (JHT), kelolaan BPJS Ketenagakerjaan, didirikan bersama PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

Dirut BPJSTK Agus Susanto mengatakan, gedung ini dibangun di atas lahan milik program BPJS, jadi ini salah satu bentuk optimalisasi lahan yang kami kelola. "Dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp500 miliar, hasil sewa properti ini akan dikembalikan kepada peserta dalam bentuk hasil pengembangan JHT," ujar dia dalam jumpa pers, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

PT SIP adalah perusahaan pengembang (developer) properti yang merupakan bentuk investasi penyertaan langsung dana JHT. Perusahaan ini didirikan BPJS Ketenagakerjaan dengan PT PP Tbk.

Dia menambahkan, PT SIP dipersiapkan sebagai ujung tombak pengembangan investasi properti pada lahan-lahan yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan. SS Tower sebagai permulaan, akan banyak properti lain yang akan dikembangkan PT SIP, bahkan properti berwujud perumahan terjangkau bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Semua bentuk pengelolaan dana ini sesuai regulasi dan kami persiapkan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Dia menerangkan, nama Social Security Tower ini tidak lepas dari arti kata Jaminan Sosial, yang merupakan terjemahan langsung dari kata Social Security.

"Desain modern stylish yang unik berbentuk sarang lebah dan nama Social Security, diharapkan menjadi landmark baru Kota Jakarta. Sehingga, akan mendongkrak awareness masyarakat tentang jaminan sosial," ungkap Agus.

Direktur Utama PT Sinergi Investasi Properti, Afdiwar Anwar menjelaskan, pembangunan SS Tower diperkirakan berjalan selama 21 bulan, sehingga akan rampung pada 2019. SS Tower akan memiliki 28 lantai, dengan standar bangunan Grade A dan bersertifikat Green Building Kategori Gold.

SS Tower juga akan dilengkapi fasilitas internet tercepat di Jakarta. Selain itu, posisi yang sangat strategis, terletak di pusat kota dan juga masuk dalam jalur Golden Triangle, juga menjadi nilai lebih dari Social Security Tower ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Inflasi Jakarta Terjaga...
Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
12 menit yang lalu
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
25 menit yang lalu
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
41 menit yang lalu
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
50 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga dan KKP Perkuat Penyediaan Energi bagi Nelayan
51 menit yang lalu
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
1 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved