PLN Janji Tak Naikkan Tarif Listrik hingga Akhir Tahun
Selasa, 06 Juni 2017 - 15:56 WIB
PLN Janji Tak Naikkan Tarif Listrik hingga Akhir Tahun
A
A
A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berjanji untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga akhir tahun ini. Sehingga, tidak berpotensi menambah laju inflasi.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, langkah untuk tidak menaikkan tarif listrik membuat perusahaan melakukan berbagai efisiensi. Jangan sampai hal tersebut justru menggerus pendapatan.
"Kenaikan TDL belum ada rencana untuk Juli sampai akhir tahun. Dampak ke keuangan efisiensi tekan biaya operasional, masih banyak lubang untuk mampu ditutup dengan efisiensi," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Sofyan menjelaskan, keputusan menahan tarif listrik sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. Sementara, efek pencabutan subsidi 900 volt ampere (VA) dinilai juga tidak memengaruhi keuangan PLN.
"Sudah koordinasi dengan pemerintah, tidak ada sampai akhir tahun. Dampak pencabutan subsidi 900 VA enggak ada ke keuangan, ke pemerintah uangnya, ke negara. Subsidi punya negara, kami balikan ke negara, negara enggak bayar lebih," tutur dia.
Sepanjang 2016, PLN mencatat penjualan listrik sebesar 216 TWh atau meningkat 65% dihamlingkan 2015 yang sebesar 202,8 TWh. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pelanggan listrik yang cukup baik.
Bertambahnya jumlah pelanggan juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi dari 88,3% pada akhir Desember 2015 menjadi 91,16% pada Desember 2016. Pertumbuhan jumlah pelanggan juga mendorong pertumbuhan pembelian produksi listrik.
Pada 2016, pembelian listrik perusahaan tercatat 64,8 TWh atau naik 12,69% dibanding tahunn sebelumnya yang sebesar 57,5 TWh. Adapun pendapatan PLN pada 2016 mencapai Rp222,8 triliun, tumbuh 2,5% dibanding 2015 yang sebesar Rp217,3 triliun.
Laba operasional mencapai Rp28,8 triliun atau turun 40,3% dari Rp48,3 triliun. Namun, laba bersih PLN meningkat 75,04% dari Rp6 triliun pada 2015 menjadi Rp10,5 triliun pada 2016.
Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, langkah untuk tidak menaikkan tarif listrik membuat perusahaan melakukan berbagai efisiensi. Jangan sampai hal tersebut justru menggerus pendapatan.
"Kenaikan TDL belum ada rencana untuk Juli sampai akhir tahun. Dampak ke keuangan efisiensi tekan biaya operasional, masih banyak lubang untuk mampu ditutup dengan efisiensi," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Sofyan menjelaskan, keputusan menahan tarif listrik sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. Sementara, efek pencabutan subsidi 900 volt ampere (VA) dinilai juga tidak memengaruhi keuangan PLN.
"Sudah koordinasi dengan pemerintah, tidak ada sampai akhir tahun. Dampak pencabutan subsidi 900 VA enggak ada ke keuangan, ke pemerintah uangnya, ke negara. Subsidi punya negara, kami balikan ke negara, negara enggak bayar lebih," tutur dia.
Sepanjang 2016, PLN mencatat penjualan listrik sebesar 216 TWh atau meningkat 65% dihamlingkan 2015 yang sebesar 202,8 TWh. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pelanggan listrik yang cukup baik.
Bertambahnya jumlah pelanggan juga mendorong kenaikan rasio elektrifikasi dari 88,3% pada akhir Desember 2015 menjadi 91,16% pada Desember 2016. Pertumbuhan jumlah pelanggan juga mendorong pertumbuhan pembelian produksi listrik.
Pada 2016, pembelian listrik perusahaan tercatat 64,8 TWh atau naik 12,69% dibanding tahunn sebelumnya yang sebesar 57,5 TWh. Adapun pendapatan PLN pada 2016 mencapai Rp222,8 triliun, tumbuh 2,5% dibanding 2015 yang sebesar Rp217,3 triliun.
Laba operasional mencapai Rp28,8 triliun atau turun 40,3% dari Rp48,3 triliun. Namun, laba bersih PLN meningkat 75,04% dari Rp6 triliun pada 2015 menjadi Rp10,5 triliun pada 2016.
(izz)
Lihat Juga :