Rupiah Pulang Kembali Loyo Saat Yen Makin Kokoh Atas USD
Rabu, 07 Juni 2017 - 17:09 WIB
Rupiah Pulang Kembali Loyo Saat Yen Makin Kokoh Atas USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup kembali loyo meski USD semakin melemah terhadap yen. Rupiah memang sudah terlihat melemah sejak pembukaan tadi pagi.
Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.305/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.296/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.295-Rp13.340/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya. Sore ini rupiah berada di level Rp13.303/USD atau lesu dibanding kemarin di posisi Rp13.297/USD dengan kisaran Rp13.294-Rp13.342/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini juga tercatat berkurang cukup besar ke level Rp13.320/USD dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.305/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.307/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.285/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/6/2017), USD mencapai titik terendah dalam tujuh pekan terhadap yen. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar berhati-hati sehari sebelum pemilihan umum di Inggris, keputusan kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa, serta mantan direktur FBI James Comey yang akan memberikan kesaksian kepada Senat AS.
USD telah kehilangan lebih dari 1% terhadap yen sejauh pekan ini, tertekan oleh penurunan tajam dalam Treasury yields AS ke posisi terendahnya dalam tujuh bulan di tengah suasana hati yang menghindari risiko, dan karena data AS yang lemah telah membatasi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.
USD terhadap yen turun 0,2% menjadi 109,22 atau terlemah sejak 21 April. Terhadap beberapa mata uang lainnya, USD berada pada level 96,649, mendekati level terendah tujuh bulan di posisi 96,517 yang dicapai pada hari sebelumnya.
Euro terhadap USD turun tipis 0,2% menjadi 1,1256 setelah data menunjukkan pesanan industri Jerman turun jauh lebih banyak dari yang diperkirakan pada April. Mata uang tunggal mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan di posisi 1,1285 pada pekan lalu. Poundsterling terhadap USD turun 0,1% ke level 1,2900.
Sementara, dolar Australia terhadap USD bertambah 0,6% untuk mencapai level tertinggi dalam satu bulan di posisi 0,7555 setelah data menunjukkan ekonomi kaya sumber daya tumbuh 0,3% pada kuartal pertama, sehingga kekhawatirannya akan ekspansi catatannya mungkin akan berakhir.
Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.305/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.296/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.295-Rp13.340/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya. Sore ini rupiah berada di level Rp13.303/USD atau lesu dibanding kemarin di posisi Rp13.297/USD dengan kisaran Rp13.294-Rp13.342/USD.
Data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah di perdagangan sore ini juga tercatat berkurang cukup besar ke level Rp13.320/USD dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.305/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.307/USD atau melemah dari posisi kemarin di level Rp13.285/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/6/2017), USD mencapai titik terendah dalam tujuh pekan terhadap yen. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar berhati-hati sehari sebelum pemilihan umum di Inggris, keputusan kebijakan yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa, serta mantan direktur FBI James Comey yang akan memberikan kesaksian kepada Senat AS.
USD telah kehilangan lebih dari 1% terhadap yen sejauh pekan ini, tertekan oleh penurunan tajam dalam Treasury yields AS ke posisi terendahnya dalam tujuh bulan di tengah suasana hati yang menghindari risiko, dan karena data AS yang lemah telah membatasi ekspektasi untuk kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.
USD terhadap yen turun 0,2% menjadi 109,22 atau terlemah sejak 21 April. Terhadap beberapa mata uang lainnya, USD berada pada level 96,649, mendekati level terendah tujuh bulan di posisi 96,517 yang dicapai pada hari sebelumnya.
Euro terhadap USD turun tipis 0,2% menjadi 1,1256 setelah data menunjukkan pesanan industri Jerman turun jauh lebih banyak dari yang diperkirakan pada April. Mata uang tunggal mencapai level tertinggi dalam tujuh bulan di posisi 1,1285 pada pekan lalu. Poundsterling terhadap USD turun 0,1% ke level 1,2900.
Sementara, dolar Australia terhadap USD bertambah 0,6% untuk mencapai level tertinggi dalam satu bulan di posisi 0,7555 setelah data menunjukkan ekonomi kaya sumber daya tumbuh 0,3% pada kuartal pertama, sehingga kekhawatirannya akan ekspansi catatannya mungkin akan berakhir.
(izz)