BNI Bidik Pertumbuhan di Atas Rata-rata Industri
Rabu, 07 Juni 2017 - 18:14 WIB
BNI Bidik Pertumbuhan di Atas Rata-rata Industri
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menargetkan tetap dapat tumbuh di atas rata-rata industri perbankan. Hal ini setelah mempertimbangkan kondisi perekonomian dunia dan domestik serta perkembangan teknologi di bidang jasa keuangan, kebijakan dari otoritas (moneter, perbankan, dan fiskal), serta rencana perbaikan proses bisnis internal.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut dan mewujudkan visi BNI menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja, maka kebijakan BNI pada periode 2017 adalah tumbuh dengan agresif, namun tetap dalam koridor kehati-hatian.
"Indikator dari kebijakan tersebut diukur dari besaran aset, tingkat pengembalian investasi, produktivitas pegawai, sinergi antar unit dan perusahaan anak, dan layanan yang unggul serta nilai perusahaan bagi investor," ujar Direktur BNI Panji Irawan di Jakarta, Rabu (7/6/2017).
Salah satu strategi pendanaan BNI untuk 2017 tetap mengutamakan dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dengan komposisi yang sehat dan berkelanjutan (sustain), terutama pada dana murah (CASA).
Dalam hal ini untuk mendukung pertumbuhan aset yang optimal, komposisi pendanaan yang ideal, dan cost of fund yang lebih efisien, dimungkinkan bagi BNI untuk melakukan pendanaan yang bersumber dari DPK non konvensional, baik rupiah maupun valas).
Namun, tidak terbatas pada penerbitan Obligasi Senior atau Medium Term Notes (MTN), Negotiable Certificate of Deposit (NCD), maupun program pendanaan berkelanjutan lainnya.
"Rencana pendanaan non konvensional tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi likuiditas dan kondisi pasar serta timing yang tepat," kata dia.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut dan mewujudkan visi BNI menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja, maka kebijakan BNI pada periode 2017 adalah tumbuh dengan agresif, namun tetap dalam koridor kehati-hatian.
"Indikator dari kebijakan tersebut diukur dari besaran aset, tingkat pengembalian investasi, produktivitas pegawai, sinergi antar unit dan perusahaan anak, dan layanan yang unggul serta nilai perusahaan bagi investor," ujar Direktur BNI Panji Irawan di Jakarta, Rabu (7/6/2017).
Salah satu strategi pendanaan BNI untuk 2017 tetap mengutamakan dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dengan komposisi yang sehat dan berkelanjutan (sustain), terutama pada dana murah (CASA).
Dalam hal ini untuk mendukung pertumbuhan aset yang optimal, komposisi pendanaan yang ideal, dan cost of fund yang lebih efisien, dimungkinkan bagi BNI untuk melakukan pendanaan yang bersumber dari DPK non konvensional, baik rupiah maupun valas).
Namun, tidak terbatas pada penerbitan Obligasi Senior atau Medium Term Notes (MTN), Negotiable Certificate of Deposit (NCD), maupun program pendanaan berkelanjutan lainnya.
"Rencana pendanaan non konvensional tersebut dilakukan dengan memperhatikan kondisi likuiditas dan kondisi pasar serta timing yang tepat," kata dia.
(izz)
Lihat Juga :