Industri Keuangan Nonbank dan Bank Syariah Makin Moncer

Rabu, 14 Juni 2017 - 23:02 WIB
Industri Keuangan Nonbank...
Industri Keuangan Nonbank dan Bank Syariah Makin Moncer
A A A
YOGYAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan industri keuangan non bank (IKNB) syariah cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir. OJK mencatat pertumbuhan IKNB Syariah jauh di atas rata-rata industri lembaga keuangan pada umumnya.

Kepala OJK DIY, Fauzi Nugroho mengungkapkan, pertumbuhan lembaga keuangan baik bank maupun non bank syariah memang lebih baik dibanding konvensional. Hal tersebut didukung oleh tren dunia yang mulai mengakui ekonomi Islam sebagai gaya hidup.

Bahkan menjadi standar baku kehidupan negara tertentu. "Edukasinya memang cukup bagus," tuturnya di Yogyakarta, Rabu (14/6/2017).

IKNB Syariah yang terdiri atas sektor industri perasuransian syariah, pembiayaan syariah, penjaminan syariah, modal ventura syariah dan jasa keuangan syariah lainnya telah mengalami pertumbuhan rata-rata 62,29% per tahun.

Meskipun dalam dua tahun terakhir terlihat tanda-tanda perlambatan tingkat pertumbuhan. OJK optimistis dalam jangka menengah dan panjang, IKNB Syariah akan terus berkembang dengan tingkat pertumbuhan yang tetap signifikan.

Hal ini didasari pada masih tingginya potensi pasar IKNB Syariah yang belum tergarap dan antusiasme para pelaku IKNB untuk menjalankankegiatan keuangan berdasarkan prinsip syariah, baik dengan cara mendirikan perusahaan syariah yang baru (full syariah) maupun unit usaha syariah.

Selain itu, kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di DIY masih positif meski saat ini kondisi perekonomian tengah mengalami perlambatan. Namun OJK melihat ada kecenderungan saat ini nasabah memilih produk dari BPR Syariah (BPRS).

OJK DIY melihat, pertumbuhan kredit atau pembiayaan dari BPR Konvensional terhadap BPR syariah justru lebih kecil. Kini, masyarakat lebih memilih kredit BPRS ketimbang BPR Konvensional. Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian dari kalangan BPR Konvensional melihat fenomena ini.

Pertumbuhan kredit BPR Konvensional pada 2016 sekitar 8,81% dibanding 2015. Sementara pembiayaan yang dikucurkan BPRS selama periode Januari-Desember 2016 tumbuh 14,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya.

"Masih tetap bisa bertahan. Bahkan saya melihat ada BPR yang justru daftar antre kreditnya cukup panjang. Dan ini saya lihat terjadi di BPR Syariah," tuturnya.

Dia mengakui fenomena kecenderungan melirik produk BPR Syariah memang masih terjadi. Hal ini harus dicermati BPR Konvensional apakah ada celah untuk melakukan konversi dari Konvensional ke Syariah
mengingat tren pasar yang sudah mulai bergeser tersebut.

Ketua Perbarindo Joko Suyanto mengakui hal tersebut. Secara keseluruhan, aset industri BPR pada Februari 2017 tumbuh 10,88% dari Rp102 triliun menjadi Rp113 triliun. Pada Februari 2017, jumlah aset BPRS mencapai Rp9,3 triliun atau tumbuh 19,14% dibanding kondisi tahun lalu. "Di sisi kredit juga demikian," ucapnya.

Di sisi kredit yang diberikan kepada masyarakat juga tumbuh 9,78%, dari Rp75 triliun menjadi Rp82 triliun. Pertumbuhan asset BPRS tersebut didorong tumbuhnya pembiayaan yang disalurkan BPRS yang mencapai 17,33% atau menjadi Rp6,8 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pegadaian Jadi Pelopor...
Pegadaian Jadi Pelopor Industri Keuangan 4.0
OJK Beberkan Rapor Sektor...
OJK Beberkan Rapor Sektor Jasa Keuangan Kuartal I 2022
OJK Ungkap Potret Kinerja...
OJK Ungkap Potret Kinerja Industri Keuangan Non-Bank pada Juni 2023
Mahendra Siregar Resmi...
Mahendra Siregar Resmi Jadi Bos OJK, Ekonom: Karakter Ketegasan yang Dibutuhkan
Aset Industri Asuransi...
Aset Industri Asuransi Capai Rp1.637 Triliun di Awal Tahun 2022
Cara OJK Jaga Industri...
Cara OJK Jaga Industri Keuangan Non Bank Tetap Aman Selama Pandemi
Berita Terkini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
6 menit yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
18 menit yang lalu
MNC Bank Serahkan Hadiah...
MNC Bank Serahkan Hadiah Tabungan Dahsyat Berhadiah ke Nasabah Jakarta, Depok, dan Bogor
20 menit yang lalu
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
37 menit yang lalu
Tol Kataraja Siap Beroperasi...
Tol Kataraja Siap Beroperasi Akhir Tahun 2026, Bandara Soetta-PIK 2 Hanya 7 Menit
58 menit yang lalu
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved