Fed Rate Naik, Pasar Saham Indonesia Tidak Goyah
Kamis, 15 Juni 2017 - 23:40 WIB
Fed Rate Naik, Pasar Saham Indonesia Tidak Goyah
A
A
A
JAKARTA - Naiknya suku bunga Amerika Serikat (Fed Rate) pada hari ini ternyata tidak berpengaruh banyak ke pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak goyah hingga masih di level 5.700.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kuatnya pasar saham Indonesia cermin dari kesuksesan pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor. Menurutnya ekonomi sudah masuk tanda-tanda membaik.
"Buat saya itu mencerminkan diri dari pemerintah, BI, kepercayaan diri kita, dan tanda-tanda ekonomi kita membaik. Saya senang masa depan lebih baik daripada masa sekarang," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Dia menyampaikan, periode Idul Fitri sekarang juga terbilang tenteram. Harga bahan pokok tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Distribusi pangan juga oke," kata Tito.
Tito menjelaskan, BI pun sudah mengambil keputusan yang tepat dengan menahan BI seven days repo rate. Dengan ini maka imbal hasil atau yield surat utang bisa lebih baik.
"Buktinya Pak Agus (Gubernur BI Agus Martowardojo) tidak naikan BI rate, berarti ada kepercayaan. Yield kita membaik karena indeks membaik, obligasi korporasi semester kedua banyak sekali dan laku," pungkasnya.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kuatnya pasar saham Indonesia cermin dari kesuksesan pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor. Menurutnya ekonomi sudah masuk tanda-tanda membaik.
"Buat saya itu mencerminkan diri dari pemerintah, BI, kepercayaan diri kita, dan tanda-tanda ekonomi kita membaik. Saya senang masa depan lebih baik daripada masa sekarang," ujarnya di Jakarta, Kamis (15/6/2017).
Dia menyampaikan, periode Idul Fitri sekarang juga terbilang tenteram. Harga bahan pokok tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Distribusi pangan juga oke," kata Tito.
Tito menjelaskan, BI pun sudah mengambil keputusan yang tepat dengan menahan BI seven days repo rate. Dengan ini maka imbal hasil atau yield surat utang bisa lebih baik.
"Buktinya Pak Agus (Gubernur BI Agus Martowardojo) tidak naikan BI rate, berarti ada kepercayaan. Yield kita membaik karena indeks membaik, obligasi korporasi semester kedua banyak sekali dan laku," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :