Iran dan Total Teken Kerja Sama Gas

Senin, 03 Juli 2017 - 13:41 WIB
Iran dan Total Teken...
Iran dan Total Teken Kerja Sama Gas
A A A
TEHERAN - Iran dan perusahaan raksasa energi asal Prancis yakni Total meneken kontrak senilai USD5 miliar untuk mengembangkan Lapangan gas lepas pantai di Teluk. Kesepakatan asing ini menjadi yang terbesar bagi Iran, setelah pencabutan sanksi ekonomi dicabut pada 2016, mendatang.

Para pejabat Kementerian Energi Iran seperti dilansir BBC, Senin (3/7/2017) mengatakan kesepakatan ini dalam upaya pengembangan ladang gas South Pars yang akan diteken pada awal pekan di Teheran, dengan Total mendapatkan 50,1% saham. Sedangkan CNPC China akan menguasi 30% saham dan Iran Petropars 19,9%.

Total sebelumnya berencana untuk menandatangani kontrak beberapa bulan yang lalu, akan tetapi memilih untuk menunggu dan melihat situasi yang terjadi serta kemungkinan pemerintahan Trump di AS akan kembali memaksakan sanksi terhadap Teheran. Pencabutan sanksi Iran dinilai sangat berarti untuk pasar dunia

Kilang lepas pantai yang terbagi antara Iran dan Qatar, pertama kali dikembangkan di tahun 1990-an. Total menjadi salah satu investor terbesar Iran sebelum sanksi Internasional diberlakukan pada 2006 lalu atas kecurigaan bahwa Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir.

Bulan lalu, Bos Total Patrick Pouyanne menunjukkan perusahaan siap untuk mengucurkan investasi awal mencapai sebesar USD1 Miliar di Iran, yang merupakan produsen terbesar ketiga dalam tubuh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Empat Eks Pejabat Pertamina...
Empat Eks Pejabat Pertamina Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Kerry Adrianto Riza...
Kerry Adrianto Riza Cs Jalani Sidang Replik Kasus Minyak Mentah Pertamina
Polisi Grebek Gudang...
Polisi Grebek Gudang Pengoplosan Minyak di Kota Baru, Jambi
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Indonesia Cari Alternatif...
Indonesia Cari Alternatif Produsen Minyak Mentah Baru
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
13 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
23 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
39 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
40 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
50 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved