Rekor Tertinggi IHSG Berpotensi Masih Akan Berlanjut
Selasa, 04 Juli 2017 - 08:28 WIB
Rekor Tertinggi IHSG Berpotensi Masih Akan Berlanjut
A
A
A
JAKARTA - Harapan akan adanya kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dapat terealisasikan, ketika sebelumnya tembus rekor tertinggi terbaru. Bahkan bursa saham Tanah Air diyakini dapat melampaui level high sebelumnya pada 22 Mei 2017 saat menyentuh level 5.874,44.
(Baca Juga: IHSG Berakhir Cetak Rekor Tertinggi Dekati Level 6.000 )
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pencapaian IHSG ini didukung oleh sejumlah sentimen positif. Di sisi lain, meski secara sentimen masih dimungkinkan bagi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatan, namun diharapkan pelaku pasar tidak memanfaatkan momentum ini untuk profit taking agar tren kenaikan ini dapat berlanjut.
"Jika tidak maka perlu diwaspadai potensi pembalikan arah melemah. Tetap antisipasi sentimen yang dapat merubah arah IHSG di tengah upayanya untuk bertahan di zona hijau," terang Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (4/7/2017).
Sebelumnya pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,38% di level 5.910,237. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.857,548 dan 5.804,860. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada di level 5.936,581 dan 5.962,925. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area positif.
(Baca Juga: IHSG Akan Bergerak di Kisaran 5.821-5.945, Cermati Saham Ini )
Namun, Stochastic dan RSI sudah overbought. Meskipun demikian, terdapat pola white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks. "Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke level resistance di area 5.937 dan 5.963," ungkapnya.
(Baca Juga: IHSG Berakhir Cetak Rekor Tertinggi Dekati Level 6.000 )
Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, pencapaian IHSG ini didukung oleh sejumlah sentimen positif. Di sisi lain, meski secara sentimen masih dimungkinkan bagi IHSG untuk dapat melanjutkan penguatan, namun diharapkan pelaku pasar tidak memanfaatkan momentum ini untuk profit taking agar tren kenaikan ini dapat berlanjut.
"Jika tidak maka perlu diwaspadai potensi pembalikan arah melemah. Tetap antisipasi sentimen yang dapat merubah arah IHSG di tengah upayanya untuk bertahan di zona hijau," terang Reza Priyambada kepada SINDOnews di Jakarta, Selasa (4/7/2017).
Sebelumnya pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG ditutup melonjak 1,38% di level 5.910,237. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 5.857,548 dan 5.804,860. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada di level 5.936,581 dan 5.962,925. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area positif.
(Baca Juga: IHSG Akan Bergerak di Kisaran 5.821-5.945, Cermati Saham Ini )
Namun, Stochastic dan RSI sudah overbought. Meskipun demikian, terdapat pola white closing marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan indeks. "Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke level resistance di area 5.937 dan 5.963," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :