Pertumbuhan Kredit Lambat Akibat Daya Beli Masyarakat Flat

Rabu, 05 Juli 2017 - 22:06 WIB
Pertumbuhan Kredit Lambat...
Pertumbuhan Kredit Lambat Akibat Daya Beli Masyarakat Flat
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, tren perlambatan pertumbuhan kredit pada kuartal II tahun ini dipengaruhi daya beli masyarakat yang cenderung flat. Ini terindikasi oleh aktivitas manufaktur Indonesia yang juga menurun, sehingga sektor manufaktur mengurangi volume produksinya.

(Baca: Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh Lambat )

"Sisi permintaan perekonomian tidak terlalu signifikan meningkat pada Ramadan tahun ini mengingat perubahan perilaku konsumsi yang dipengaruhi beberapa faktor. Antara lain, tekanan inflasi sejak awal tahun karena penyesuaian tarif listrik serta kenaikan beberapa komoditas pangan karena stoknya tidak dapat menyuplai permintaan domestik," ujar Josua saat dihubungi, Rabu (5/7/2017).

Selain itu, pendapatan riil yang menurun mengingat penambahan angkatan kerja di sektor informal lebih besar dibanding sektor formal. Selain itu, konsumen mungkin menunda konsumsi pada Ramadan karena ada ekspektasi tekanan inflasi pada semester II tahun ini karena tahun ajaran baru sekolah, potensi pemangkasan subsidi elpiji serta ekspektasi inflasi yang meningkat pada akhir tahun jelang Natal dan tahun baru.

Menurut Josua, masih lemahnya daya beli masyarakat berimplikasi langsung pada masih lesunya sektor usaha yang pada akhirnya juga menghambat permintaan kredit.

"Selain terbatasnya permintaan kredit, faktor lainnya lagi yang dapat berpengaruh pada penyaluran kredit adalah risiko kredit yang relatif masih tinggi. Di mana, NPL perbankan yang mencapai 3,07% pada Mei sehingga membatasi penurunan suku bunga kredit," tuturnya.

Pada periode Januari 2016 hingga Mei 2017 suku bunga kredit baru turun 100 bps, padahal suku bunga deposito turun hingga 139 bps, merespons penurunan suku bunga acaun sebesar 150 bps pada periode sama.

Perekonomian pada semester II tahun ini diharapkan dapat membaik seiring ekspektasi pemulihan ekonomi pada tahun ini. Di mana, tingkat inflasi yang terkendali diperkirakan masih dapat menjaga daya beli masyarakat serta peningkatan belanja pemerintah khususnya pada proyek infrastruktur juga meningkat.

Hal tersebut akan mendorong kredit sektor konstruksi, penyediaan listrik serta kredit rumah tangga. "Selain itu, tren peningkatan NPL semester II tahun ini tertahan sejalan perlambatan pertumbuhan nominal NPL dan mulai meningkatnya ekspansi kredit. Dengan demikian, kredit perbankan diperkirakan tumbuh sekitar 9%-10% secara yoy pada akhir tahun ini," terangnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Permintaan Kredit Pelaku...
Permintaan Kredit Pelaku Usaha Masih Lemas, BI: Dana Belum Cair Rp2.374,8 Triliun
Awas, BI Kasih Peringatan...
Awas, BI Kasih Peringatan Perlambatan Kredit Masih Akan Terjadi
Penyaluran Kredit BRI...
Penyaluran Kredit BRI Tembus Rp922,97 Triliun, Paling Gede Buat UMKM
Kualitas Kredit Membaik,...
Kualitas Kredit Membaik, Bank Mandiri Catat Penurunan NPL 1,36%
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
8 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
58 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved