Jonan Minta PLN Turunkan Tarif Listrik Tiap Tiga Bulan
Rabu, 05 Juli 2017 - 19:04 WIB
Jonan Minta PLN Turunkan Tarif Listrik Tiap Tiga Bulan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT PLN (Persero) untuk menurunkan tarif listrik setiap tiga bulan sekali. Hal ini agar seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan tarif listrik yang murah, dan kegiatan ekonomi bisa berjalan lebih efisien.
Dia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) hingga akhir 2017. Namun, Jonan menilai pada dasarnya tarif listrik bisa turun jika PLN melakukan efisiensi.
"Bukan hanya enggak naik. Bahkan kita minta PLN bisa turunkan (tarif listrik) tiap tiga bulan. Jadi harus bisa bikin efisiensi," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).
Menurutnya, listrik merupakan salah satu tonggak untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Jika tarif listrik bisa lebih terjangkau, maka seluruh kegiatan industri juga bisa lebih efisien.
"Presiden sudah meminta bahwa listrik ini sebagai salah satu tonggak untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Jadi, kalau tarif listrik bisa lebih terjangkau itu maka untuk semua industri atau kegiatan ekonomi bisa lebih efisien," imbuh Jonan.
Mantan Bos PT KAI (Persero) ini mencontohkan, tarif listrik untuk golongan industri saat ini sekitar Rp1.100 per kilowatt hour (kWh). Dia menargetkan, tarifnya bisa turun menjadi sekitar Rp800 hingga Rp900 per kWh pada 2020.
"Kita punya target sampai 2020 kalau bisa sekitar Rp800-Rp900 per kWh. Gimana golongan RT, dari sekitar Rp1.400 yang tekanan rendah kita akan berusaha untuk turun. Jadi, makin lama efisiensi bisa dicapai," ujar Jonan.
Dia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) hingga akhir 2017. Namun, Jonan menilai pada dasarnya tarif listrik bisa turun jika PLN melakukan efisiensi.
"Bukan hanya enggak naik. Bahkan kita minta PLN bisa turunkan (tarif listrik) tiap tiga bulan. Jadi harus bisa bikin efisiensi," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).
Menurutnya, listrik merupakan salah satu tonggak untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Jika tarif listrik bisa lebih terjangkau, maka seluruh kegiatan industri juga bisa lebih efisien.
"Presiden sudah meminta bahwa listrik ini sebagai salah satu tonggak untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Jadi, kalau tarif listrik bisa lebih terjangkau itu maka untuk semua industri atau kegiatan ekonomi bisa lebih efisien," imbuh Jonan.
Mantan Bos PT KAI (Persero) ini mencontohkan, tarif listrik untuk golongan industri saat ini sekitar Rp1.100 per kilowatt hour (kWh). Dia menargetkan, tarifnya bisa turun menjadi sekitar Rp800 hingga Rp900 per kWh pada 2020.
"Kita punya target sampai 2020 kalau bisa sekitar Rp800-Rp900 per kWh. Gimana golongan RT, dari sekitar Rp1.400 yang tekanan rendah kita akan berusaha untuk turun. Jadi, makin lama efisiensi bisa dicapai," ujar Jonan.
(izz)
Lihat Juga :