CEO Aramco Ramal Prospek Curam Bisnis Minyak

Selasa, 11 Juli 2017 - 00:11 WIB
CEO Aramco Ramal Prospek...
CEO Aramco Ramal Prospek Curam Bisnis Minyak
A A A
ISTANBUL - Dunia diramalkan bakal mengalami kekurangan pasokan minyak mentah yang diikuti kejatuhan Investasi, ketika penemuan-penemuan sumber minyak segar juga menyusut tajam. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden dan CEO dari Saudi Arabian Oil Company (Saudi Aramco) Amin Nasser di Istanbul, Turki, Senin (10/7/2017).

Menurutnya produk minyak yang tak konvensional serta sumber energi alternatif adalah faktor penting untuk membantu memenuhi kebutuhan masa depan. Meski terang dia masih terlalu dini menganggap hal tersebut dapat dikembangkan dengan cepat untuk menggantikan minyak dan gas (Migas).

"Jika kita melihat situasi jangka panjang pasokan minyak misalnya, saya melihat gambaran bakal menjadi semakin mengkhawatirkan. Investor yang berhati-hati dan menjauh, membuat diperlukan investasi besar dalam eksplorasi minyak, pembangunan jangka panjang dan infrastruktur terkait," ujar Amin Nasser dalam konferensi di Istanbul.

Sambung dia investasi dalam kelipatan lebih kecil seperti shale oil yang bisa bertahan tanpa pengurangan. Nasser menambahkan telah kehilangan investasi sekitar USD1 triliun sejak kejatuhan harga minyak dari tahun 2014, lalu.

Studi menunjukkan bahwa 20 juta barel per hari dari produksi baru akan diperlukan untuk memenuhi peningkatan permintaan dan pengembangan mengalami penurunan dalam lima tahun ke depan. "Penemuan-penemuan baru juga pada tren pelemahan. Volume minyak konvensional ditemukan di seluruh dunia selama empat tahun terakhir, hanya lebih dari setengahnya dibandingkan dengan empat sebelumnya," kata Nasser.

Perusahaan raksasa minyak dunia Aramco, yang sedang mempersiapkan menjual sekitar 5% saham pada tahun depan melalui skema penawaran saham perdana ke publik (IPO) terlihat terus berinvestasi dalam mempertahankan kapasitas produksi minyak 12 juta barel per hari.

"Kami berencana untuk berinvestasi lebih dari USD300 miliar selama dekade yang akan datang untuk memperkuat posisi kami sebagai unggulan dalam minyak. Mempertahankan kapasitas produksi cadangan minyak, dan mengejar besar eksplorasi dan produksi program berpusat pada sumber daya gas konvensional dan tidak konvensional," paparnya.

Nasser mengatakan bahwa salah satu prioritas Aramco's adalah 'konversi langsung minyak mentah menjadi petrokimia'. Ditambahkan oleh pihak perusahaan juga memberikan fokus pengembangan proyek pada sektor energi matahari dan angin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Minyak Turun,...
Produksi Minyak Turun, Bank Dunia Ramal Ekonomi Arab Saudi Anjlok Tahun Ini
Sinyal Kejatuhan Sektor...
Sinyal Kejatuhan Sektor Minyak Arab Saudi Mulai Terlihat
Harga Minyak Melonjak,...
Harga Minyak Melonjak, Saudi Aramco Kantongi Rp660,7 Triliun Hanya dalam 3 Bulan
Gara-gara Lompatan Harga...
Gara-gara Lompatan Harga Minyak, Arab Saudi Cetak Surplus Perdana Hampir 1 Dekade
Arab Saudi Kerek Harga...
Arab Saudi Kerek Harga Jual Bikin Minyak Mentah Makin Mahal
Saudi Aramco Bersedia...
Saudi Aramco Bersedia Kerek Produksi Minyak Mentah 12 Juta Bph
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
9 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
36 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
49 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved