Bursa Asia Sideways, IHSG Pagi Ini Dibuka Berhasil Menghijau
Selasa, 11 Juli 2017 - 09:14 WIB
Bursa Asia Sideways, IHSG Pagi Ini Dibuka Berhasil Menghijau
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau setelah kemarin ditutup di zona negatif. IHSG naik 6,03 poin atau setara dengan 0,10% ke level 5.777,54.
Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir melemah setelah pada sesi pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami gangguan. Di akhir perdagangan, IHSG ditutup merosot 43,29 poin atau 0,75% ke level 5.771,51.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu pertambangan yang naik 0,38% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang turun 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp21 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp16,13 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp12,76 miliar. Tercatat 17 saham naik, 7 turun dan 21 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp550 menjadi Rp47.275, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp8.675, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik Rp30 menjadi Rp1.625.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp100 menjadi Rp14.625, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp100 menjadi Rp13.000, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp100 menjadi Rp9.900.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka sideways setelah rata-rata indusrtri Dow Jones pad apenutupan kemarin sedikit ke bawah.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,21% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,13% pada awal perdagangan. Namun di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,18% karena terjadi pelemahan di hampir semua sektor.
"Di tengah pasar yang sepi, ada baiknya merenungkan dampak potensial dari pengulangan sinyal The Fed pada neraca. Kami pikir ada beberapa logika untuk argumen bahwa aset yang paling diuntungkan dari pelonggaran kuantitatif cenderung berada di antara yang Mungkin paling menderita karena dilepas," kata ANZ Research dalam catatannya pada Selasa pagi.
Pada perdagangan kemarin, bursa saham Tanah Air berakhir melemah setelah pada sesi pembukaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami gangguan. Di akhir perdagangan, IHSG ditutup merosot 43,29 poin atau 0,75% ke level 5.771,51.
Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur positif. Sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu pertambangan yang naik 0,38% dan sektor yang melemah terdalam adalah keuangan yang turun 0,23%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp21 miliar dengan 4 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing minus Rp3,37 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp16,13 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp12,76 miliar. Tercatat 17 saham naik, 7 turun dan 21 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp550 menjadi Rp47.275, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp8.675, dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik Rp30 menjadi Rp1.625.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp100 menjadi Rp14.625, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp100 menjadi Rp13.000, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp100 menjadi Rp9.900.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC hari ini, bursa saham Asia dibuka sideways setelah rata-rata indusrtri Dow Jones pad apenutupan kemarin sedikit ke bawah.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,21% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 0,13% pada awal perdagangan. Namun di Australia, Indeks S&P/ASX 200 turun tipis 0,18% karena terjadi pelemahan di hampir semua sektor.
"Di tengah pasar yang sepi, ada baiknya merenungkan dampak potensial dari pengulangan sinyal The Fed pada neraca. Kami pikir ada beberapa logika untuk argumen bahwa aset yang paling diuntungkan dari pelonggaran kuantitatif cenderung berada di antara yang Mungkin paling menderita karena dilepas," kata ANZ Research dalam catatannya pada Selasa pagi.
(izz)
Lihat Juga :