Standardpen Berharap Pemerintah Lindungi Produsen dari Pemalsuan Produk

Minggu, 16 Juli 2017 - 06:06 WIB
Standardpen Berharap...
Standardpen Berharap Pemerintah Lindungi Produsen dari Pemalsuan Produk
A A A
JAKARTA - PT Standardpen Industries, salah satu produsen pulpen lokal mengakui pemalsuan produk alat tulis di Indonesia masih marak. Untuk itu, mereka berharap pemerintah dapat melindungi pelaku industri lokal di Tanah Air.

CEO Standardpen Megusdyan mengatakan pemalsuan menjadi salah satu kendala bisnis standardpen. Bagi perusahaan hal ini menjadi salah satu masalah serius.

"Jadi mereka (si pemalsu) memakai merek standardpen. Tetapi, kualitas mereka berbeda. Sudah hampir 12 tahun lamanya ada yang memalsukan produk standardpen. Biasanya mereka ada, kemudian hilang, lalu muncul kembali dan begitu seterusnya," ujar Megusdyan.

Dia mengungkapkan, mereka menyasar pangsa pasar daerah terpencil. "Maka dari itu, saya berharap kepada pemerintah Indonesia agar masalah produsen Indonesia ini bisa diperhatikan. Saya berharap pintu gerbang kita bisa dijaga dengan lebih baik lagi. Sehingga produk-produk palsu tidak bisa masuk ke Indonesia," jelasnya.

Selain pulpen, Standarpen juga memproduksi beberapa produk, seperti krayon, penghapus, whiteboard, spidol, krayon dan pensil warna.

"Kita ada brand baru namanya Pascola itu untuk anak kecil. Pokoknya kita hasilkan inovasi baru, sebab dengan perkembangan zaman, pulpen tidak sebatas pada badannya warna hitam atau biru. Tetapi ada yang biru, biru laut, biru awan, kemudian pink, soft pink, baby pink hijau, dan lainnya," kata Megusdyan.

Saat ini, perusahaan yang bermarkas di Tangerang tersebut menguasai sekitar 50% pangsa pasar nasional. Selain itu, Standardpen juga sudah melakukan ekspor ke pasar Asia, Singapura, Malaysia, Thailand, Timor tengah, Eropa, dan Amerika. "Persentase sekitar 20% yang di ekspor ke luar negeri," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selain Berubah Nama,...
Selain Berubah Nama, PT ESSA Industries Indonesia Tbk Kenalkan Sususan Direksi dan Komisaris Baru
Trisula Textile Industries...
Trisula Textile Industries Targetkan Pertumbuhan 15% di Tahun 2024
Faith Industries Terus...
Faith Industries Terus Berkembang sebagai Fashion Pop Culture
Dorong Pertumbuhan Ekosistem...
Dorong Pertumbuhan Ekosistem Teknologi, Jababeka dan Auk Industries Gelar Workshop
5 Senjata Israel yang...
5 Senjata Israel yang Dikembangkan Israel Weapon Industries (IWI)
Empat Bulan Pasca Dividen...
Empat Bulan Pasca Dividen Interim, TRIS Kembali Bagikan Dividen
Berita Terkini
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
26 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
58 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved