Buya Syafii Temui Jokowi Sampaikan Masalah Ketimpangan Ekonomi

Senin, 17 Juli 2017 - 13:52 WIB
Buya Syafii Temui Jokowi...
Buya Syafii Temui Jokowi Sampaikan Masalah Ketimpangan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Syafii Maarif‎ mengaku pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas masalah ketimpangan ekonomi.

Pria yang akrab disapa Buya Syafii ini menyampaikan agar ketimpangan ekonomi harus secepatnya dikerjakan. Menurut dia, ‎pemerintah sudah bekerja, hanya saja perlu dipercepat kembali.

‎"Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita," kata Syafii di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengaku senang karena Presiden Jokowi sudah mencabut izin-izi tanah yang dimiliki konglomerat untuk diserahkan kepada masyarakat. Selain itu, pemberdayaan UKM juga mulai dilakukan.

"Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu, enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul," ujarnya.

Buya Syafii berharap agar kKonglomerat harus turun tangan membantu perekonomian di daerah. Contohnya agar di kabupaten/kota terdapat pengusaha yang mendukung perekonomian rakyat seperti yang sedang digalakkan pemerintah pusat.

‎"Presiden sama persis dengan saya. Ini cocok omongnya. Ini kan sisa masa lampau semua, sejak zaman Soeharto dulu," tutur dia.

"Jadi, ada dua kekuatan yang pertama ketimpangan ini. Seperti jalan rumput kering yang rentan sekali dan bisa memicu macam-macam, pakai agama segala macam itu," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
4 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
4 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
4 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
5 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
6 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
6 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved