Tok! Proyek LRT Jabodebek Dapat Kucuran PMN Rp2 Triliun

Rabu, 19 Juli 2017 - 21:08 WIB
Tok! Proyek LRT Jabodebek...
Tok! Proyek LRT Jabodebek Dapat Kucuran PMN Rp2 Triliun
A A A
JAKARTA - Usulan pemerintah untuk mengucurkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) senilai Rp2 triliun untuk pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek resmi mendapatkan persetujuan Komisi VI DPR RI. Pengajuan PMN tersebut akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

(Baca Juga: Bangun LRT, KAI Butuh Suntikan Dana Rp7,6 Triliun hingga 2018 )

Dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno menyatakan, bahwa Komisi VI sepakat menyetujui usulan tambahan PMN tunai sebesar Rp2 triliun untuk KAI. Selain itu, parlemen juga menyetujui realokasi PMN 2015 sebesar Rp2 triliun untuk perseroan.

"Komisi VI menyetujui usulan tambahan PMN tunai sebesar Rp2 triliun dan realokasi PMN 2015 sebesar Rp2 triliun untuk PT KAI dalam rangka pembangunan sarana dan prasarana LRT Jabodebek berdasarkan surat Menteri BUMN RI Nomor S-401/MU/07/2017 tanggal 14 Juli 2017 dan pesetujuan Menkeu melalui surat Nomor S-506/MK.06/2017," demikian bunyi kesimpulan rapat kerja (raker) yang dibacakan oleh Teguh Juwarno di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

(Baca Juga: Sri Mulyani Minta Restu DPR Suntik PMN ke Proyek LRT )

Selain itu, Komisi VI juga menyetujui usulan tambahan PMN non tunai senilai Rp379,318 miliar untuk PT Djakarta Lloyd (Persero) yang akan dimasukkan dalam APBNP 2017. PMN non tunai tersebut merupakan konversi utang SLA dalam rangka memperbaiki struktur modal perseroan.

"Komisi VI menyetujui usulan tambahan PMN non tunai sebesar Rp379,318 miliar untuk PT Djakarta Lloyd (Persero) pada APBNP 2017 yang merupakan konversi utang SLA dalam rangka memperbaiki struktur modal PT Djakarta Lloyd (Persero) berdasarkan surat Menteri BUMN RI tanggal 14 Juli 2017 dan persetujuan Menkeu S-394/MK.05/2016," imbuh dia.

Namun, usulan tambahan PMN 2017 tersebut disetujui dengan 10 catatan khusus di antaranya, (1) Komisi VI DPR RI meminta pemerintah melalui Menteri BUMN Rini Soemarno untuk berpedoman kepada ketentuan peraturan perundangan; (2) meminta kepada Kementerian BUMN untuk segera melaksanakan tindak lanjut dan penyelesaian temuan BPK RI terhadap PT Djakarta Lloyd dan PT KAI (Persero); dan (3) penggunaan PMN dilakukan dan dicatat dalam rekening terpisah.

Selanjutnya (4) Menteri BUMN harus menyampaikan laporan secara berkala kepada Komisi VI terkait PMN; (5) BUMN penerima PMN harus menerapkan Good Corporate Governance (GCG); (6) Komisi VI akan melakukan pengawasan secara ketat atas penggunaan PMN agar sesuai dengan rencana bisnis yang diajukan kepada Komisi VI; (7) BUMN penerima PMN harus mengutamanakan produk dalam negeri dan sinergi BUMN.

Sementara (8) PMN pada KAI tidak digunakan untuk membayar utang, selain utang proyek LRT; (9) KAI agar tetap memprioritaskan pembangunan kereta di Sumatera; dan (10) Komisi VI DPR RI Meminta kepada BPK RI untuk melakukan audit dengan tujuan tertentu terhadap SLA tahun 1993 PT Djakarta Lloyd (Persero)

"Catatan tambahan adalah pertama, Fraksi Partai Gerindra menolak usulan tambahan PMN untuk Djakarta Lloyd dan juga menolak usulan tambahan dan realokasi PMN untuk KAI, dan Fraksi Partai Demokrat menolak usulan tambahan dan realokasi PMN untuk KAI," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Groundbreaking Paling Lambat Awal Oktober 2023
LRT Jakarta Gunakan...
LRT Jakarta Gunakan Sinar Ultraviolet untuk Cegah Covid-19
Ragam Respons Kenaikan...
Ragam Respons Kenaikan Tarif LRT Jabodebek: Berat sih Kalau Naik 100%
LRT Jabodebek Tambah...
LRT Jabodebek Tambah Jadwal Perjalanan Akhir Pekan Ini, dari 158 Jadi 202
LRT Jabodebek Telah...
LRT Jabodebek Telah Layani 8,1 Juta Pengguna Sejak Awal Operasi Agustus 2023
Profil Dirut LRT Jakarta...
Profil Dirut LRT Jakarta Hendri Saputra, Sosok yang Memonitoring Sejumlah Megaproyek di DKI
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
18 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
40 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved